Bawaslu Halsel Serahkan Berkas Penghentian Kasus Ijazah Palsu ke Gakkumdu Pusat

oleh -30 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Bawaslu bersama Gakkumdu Halmahera Selatan setelah menilai dan mencermati persoalan dugaan penggunaan ijazah palsu oleh salah satu kandidat calon bupati, tidak menemukan adanya pelanggaran atau tidak memenuhi unsur pelanggaran seperti yang diatur dalam aturan yang berlaku.

Berkas penghentian kasus tersebut pun kini telah diserahkan secara resmi ke Gakkumdu Pusat, Jumat (18/9/2020).

“Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) secara resmi telah memasukan berkas penghentian kasus dugaan ijazah palsu ke Gakkumdu Pusat. Kasus tersebut dilaporkan tim calon bupati petahana Bahrain Kasuba dan Muhlis Sangaji ke Bawaslu RI beberapa waktu lalu,” kata Komisioner Bawaslu Halsel Asman Jamel.

Dia mengaku bersama Gakkumdu Halsel telah menyerahkan berkas penghentian kasus dugaan pelanggaran ke Gakkumdu Pusat dan diterima langsung Kasubag Penindakan Bawaslu RI, Lesmana.

Link Banner

“Diterima oleh Kasubag Penindakan Bawaslu RI, Pak Lesmana dan Pak Miki,” aku Asman.

Baca Juga  APDESI Halmahera Barat Kecam Kelakuan Kades Akeara yang Diduga Hamili Anak Orang

Menurutnya saat penyerahan berkas ke Gakkumdu Pusat, pihak Gakkumdu Halsel didampingi langsung oleh Jaksa Muda dari Kejaksaan Negeri Halsel, Satrio.

“Kita didampingi Jaksa Muda, Satrio dari Kejari Halsel,” aku Asman.

Asman Jamen menyebut kasus tersebut dihentikan karena tidak cukup bukti. Dia juga bilang sebelum menyampaikan berkas ke Gakkumdu Pusat, informasi tentang penghentian kasus ini telah disampaikan ke publik melalui media massa oleh Ketua Bawaslu Halsel, Kahar agar diketahui masyarakat Halsel khususnya dan Maluku Utara pada umumnya.

Diketahui Petahana Bahrain Kasuba yang gagal mencalonkan diri alias tidak bisa mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum akibat kekurangan dukungan partai politik itu telah memberikan kuasa kepada Adi Adam untuk melaporkan kasus dugaan ijazah palsu ke Bawaslu Republik Indonesia.

Baca Juga  La Revolution, Kisah Lain Revolusi Perancis

Bawaslu RI kemudian merekomendasikan ke Bawaslu Halsel untuk menilai persoalan tersebut dan setelah Bawaslu dan Gakkumdu Halsel meneliti, menilai dan mencermati secara saksama, tidak ditemuka cukup bukti, Sehingga kasus tersebut secara resmi dihentikan. (adhy)