Galang Dana Covid-19, Anak Bob Marley Rilis Ulang Lagu One Love

oleh -76 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Stephen Marley, Cedella Marley dan putranya, Skip Marley, akan bergabung untuk memproduksi versi baru dari lagu milik legenda reggae Bob Marley, One Love.

Versi baru One Love tersebut akan dirilis pada (17/7) dan juga akan memasukkan penampilan tamu spesial dari musisi lain. 

Selain memproduksi versi baru dari lagu One Love, mereka juga akan merilis video musik sekaligus. Tuff Gong International, yang menjadi label rekaman Bob Marley akan menangani perilisan One Love versi baru ini. 

“Ayah menulis lagu ini sekitar 40 tahun yang lalu, waktu yang amat sangat lama. Rasanya seperti saat ini di dunia kita perlu memiliki beberapa jenis persatuan yang berbeda. Bukan hanya basa-basi, tapi tindakan nyata,” kata Cedella Marley, 52, dikutip dari The Associated Press. 

“Saya pikir kami akan membawa lagu ini ke generasi yang perlu tahu bahwa kami peduli. Kami peduli pada apa yang terjadi. Kami akan melakukan dorongan-dorongan dan mudah-mudahan pesannya akan beresonansi,” lanjutnya.

Baca Juga  Hal Kecil yang Bisa Bikin Hubungan Lebih Romantis

Perilisan versi baru dari One Love ini ditujukan untuk menggalang dana yang ditujukan untuk kalangan terdampak covid-19 di dalam program Reimagine, kampanye global dari Unicef.

Versi asli One Love ini awalnya dirilis pada 1977 oleh Bob Marley And The Wailers.

Pertama kali direkam pada tahun 1977 oleh Bob Marley dan the Wailers, One Love / People Get Ready adalah lagu ikonik untuk jutaan orang di seluruh dunia dengan pesan abadi untuk bersatu.

“Harapan terbaik kami untuk mengalahkan Covid-19 dan untuk menata kembali dunia yang lebih setara dan tidak diskriminatif untuk anak-anak adalah melalui solidaritas global dan kerja sama,” kata Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore.

Baca Juga  Pastikan Perayaan Ibadah Natal 2019 Aman, Kapolres Halsel Tinjau Langsung Gereja

“Kami senang bahwa keluarga Marley bersama Pandora telah memberikan dukungan, kreativitas, dan cinta mereka untuk membantu anak-anak yang paling rentan,” tambah dia.

UNICEF memperkirakan ada tambahan 6.000 anak yang jiwanya terancam setiap hari akibat pandemi dan lebih dari 90 persen di negara berpenghasilan rendah atau menengah. (red/mi)