oleh

Gandeng Tsingshan, MDKA Kembangkan Pabrik Mineral di Pulau Wetar

Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Guna mengembangkan pabrik pengolah bijih dari tambang Wetar milik perseroan di Maluku Barat, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) telah menandatangani nota kesepahaman dengan Eternal Tsingshan Group terkait usaha patungan.


Menurut Sekretaris Perusahaan MDKA, Adi Adriansyah Sjoekri, usaha patungan (joint venture) untuk pengolahan pirit itu nantinya akan berlokasi di Indonesia Morowali Industrial Park ( IMIP ). Adapun, proyek ini bertajuk proyek Wetar atau Morowali Acid Iron Metal (Proyek AIM).

Link Banner

“JV akan membeli bahan baku dari operasional Wetar, dan pabrik pengolahan pirit akan mengolah bahan baku untuk menghasilkan asam sulfat yang komersial dan pelet bijih besi berkandungan tinggi dan juga memungkinkan untuk menghasilkan tambahan dari tembaga, emas, dan perak,” jelas Adi seperti dikutip porostimur.com dari bisnis.com, Senin (24/2/2020).

Skala permulaan produksi akan sebesar 1 juta ton per tahun asam sulfat yang komersial yang akan dipasok selama periode kontrak jangka panjang kepada usaha patungan Tsingshan lainnya, yang juga direncanakan beroperasi di IMIP.

Untuk diketahui, Tsingshan terlibat dalam sejumlah proyek yang telah dan sedang dikembangkan di IMIP . Beberapa proyek itu dalam proses produksinya akan membutuhkan asam sulfat dan uap dalam jumlah besar.

Adapun, perseroan memastikan bahwa persediaan bahan baku dari Wetar untuk menunjang operasional jangka panjang dari rencana usaha patungan dengan Tsingshan akan memadai.

Latar belakang lain dalam pembentukan jv ini adalah upaya perseroan untukmencari peluang merealisasikan nilai tambahan dari bijih Wetar, karena proses yang telah ada di Wetar hanya menghasilkan sebagian dari tembaga dan tidak menghasilkan emas, perak, seng, besi dan sulfur yang terkandung dalam bijih.

Perseroan telah bekerja sama dengan Tsingshan untuk melakukan uji coba metalurgi pada bijih Wetar, serta pengembangan tahap awal untuk  process flowsheet.

Di sisi lain, pekerjaan resource estimation untuk mendefinisikan sumber daya diperkirakan selesai di kuartal kedua pada 2020 sebagai bagian dari studi kelayakan untuk proyek itu.

Perseroan juga melihat potensi signifikan untuk penemuan baru atas sumber daya Partolang pada 2020. (red/bi)

Link Banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed