GANN Maluku Kutuk 3 Oknum Polisi yang Terlibat Pesta Sabu

Porostimur.com | Ambon: Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Provinsi Maluku, mengutuk keras perbuatan indisipliner yang dilakukan oleh 3 orang oknum anggota Kepolisian yang terlibat sebagai pelaku penggunaan narkotika jenis sabu

Wakil Sekretaris Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Provinsi Maluku, Muhajirin Syukur Maruapey, kepada porostimur.com, Selasa (14/1/2020) memgatakan, perbuatan ketiga oknum Polisi ini sangat memalukan dan mencoreng nama baik institusi penegak hukum yang sedianya harus menjadi palang pintu untuk sama-sama hadir guna memusnahkan serta menyelamatkan generasi Maluku dari jeratan barang haram ini.

“Saya sangat menyayangkan hal ini. Maka dari itu, Kapolda Maluku harus segera mengambil sikap tegas terhadap oknum-oknum tersebut. Perbuatan mereka selain merusak nama institusi, juga menjadi boomerang bagi masyarakat,” kata Maruapey.

Menurutnya, Undang Undang Nomor: 35 Tahun 2009 jelas, tertera Pasal 127 adalah pasal yang dapat diterapkan/dikenakan bagi pihak yang memiliki narkotika sebagai penyalahguna atau pecandu.

Adapun sanksi penjara pada Pasal 111, 112, 113, 114 adalah minimal 4 tahun dan maksimal hukuman mati.

“Lain dari pada itu bagi anggota Kepolisian tersebut, apabila dia mengerti hukum tapi tetap saja melakukan pelanggaran atas hukum tersebut ditambah dia seorang aparat kepolisian maka hukuman atau sanksi harus lebih berat daripada masyarakat lainnya, apalagi ini yang berhubungan dengan narkotika,” tukasnya.

Maruapey melanjutkan, ada tiga sanksi yang dapat diberikan terhadap anggota Polisi yang terlibat suatu tindak pidana baik itu pidana umum maupun pidana narkotika.

Tiga sanksi yang diberikan kepada polisi yang melakukan tindak pidana itu diantaranya proses pelanggaran disiplin, hukuman disiplin dan hukuman pidana yang dia lakukan.

Apabila tiga sanksi itu sudah diterapkan maka selanjutnya, rekomendasi dari pimpinan apakah oknum polisi tersebut patut dipertahankan sebagai anggota polisi atau tidak, apabila tidak patut lagi maka oknum yang bersangkutan harus menjalani sidang Komisi Kode Etik (KKE).


“Apabila polisi sudah masuk dan diajukan ke dalam sidang KKE itu maka kemungkinan untuk dilakukan pemecatan besar sekali, dan hal ini, sekali lagi Kapolda Maluku harus secepatnya bersikap serta melakukan pengembangan kasus,karena tidak mustahil kasus ini hanya sampai dengan ke 3 anggota tersebut, pasti ada yang lain,” pungkas Maruapey. (keket)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: