Ganti Kepala Dusun Tanah Goyang, Pejabat Kepala Desa Lokki Dipanggil DPRD SBB

oleh -201 views
Link Banner

Porostimur.com – Piru: Kepala Desa Lokki, Kecamatan Huamual Belakang, Dimitry Y Riry dipanggil Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seram Bagian Barat (SBB), Jum’at (22/10/2021).

Pemanggilan tersebut menyusul polemik yang terjadi sehubungan dengan pemberhentian sekaligus pengangkatan Kepala Dusun Tanah Goyang, pada 23 September silak.

Kala itu, Dimitry mencopot Kepala Dusun Tanah Goyang Munir Boufakar dan mengangkat Yasmin Bally sebagai penggantinya.

Atas hal tersebut, DPRD SBB meminta Pejabat Kepala Desa Lokki agar mengikuti prosedur.

Permintaan tersebut mencuat dalam rapat antara Komisi I DPRD SBB yang dipimpin Ketua Komisi I Jumadi Darman, serta dihadiri oleh Wakil Ketua H. Hamja Wakanno, Sekretaris Komisi Eko Budiono, Boby G.tianotak selaku Anggota, Kepala Dinas Pemdes Mokhsin Pellu, dan Pejabat Kepala Desa Lokki, Dimitry Y Riri.

Rapat berlangsung di ruang Sidang Komisi I, lantai Satu, gedung DPRD SBB, Piru.

Dalam rapat tersebut, Dimitry menuturkan SK pergantian Kadus telah melewati banyak pertimbangan dan evaluasi.

Baca Juga  4 Bukti Kalau Kamu Kecanduan Cinta, Yuk Merenung Dulu!

Menurut Dimitry, ada beberapa hal yang menjadi dasar baginya untuk memberhentikan Munir Buofakar dari jabatannya selaku Kadus Tanah Goyang, di antaranya, Gangguan Kamtibmas yang selama ini terjadi di dusun Tanah Goyang, yaitu bentrokan yang terjadi berulang-ulang antara warga Dusun Tanah Goyang dengan Dusun Ani, Dusun Tanah Goyang dengan Dusun Iha, maupun Dusun Tanah Goyang dengan Dusun Katapang yang laporannya sudah sampai ke pihak kepolisian,

“Karena ini melangar kamtibmas di Desa Lokki, karena sebab inilah sehingga Kasat Reserse polres sbb atas nama kapolres menyatakan subversi untuk Dusun Tanah Goyang. Ini disebabkan kelalaian Kadus Tanah Goyang itu sendiri sehingga saya selaku pejabat desa dipanggil ke Polres untuk mendamaikan, karena kasus bentrokan ini melibatkan antar dusun – dusun di Desa Lokki dan melibatkan anak yang di bawah umur, berstatus sebagai pelajar,” beber Dimitry.

Baca Juga  Ajax Amsterdam Cetak Rekor Usai Libas VVV Venlo 13 Gol

“Saya sudah beberapa kali menegur Kadus Munir terkait hal ini, karena dampak bentrokan warga akan berdampak luas di masyarakat, khususnya di Desa Lokki. Dasar inilah yang menjadi pertimbangan untuk mengganti Munir Boufakar sebagai kadus,” imbuhnya.

Kadis Pemdes SBB, Mokhsin Pellu yang turut hadir di ruang sidang Komisi I DPRD SBB mengingatkan Dimitry agar pergantian kadus mengacu pada aturan pergantian prangkat desa yakni UU No 67 Tahun 2017,dan melihat poinnya di dalamnya secara jelas.

“Bahwa dalam membuat surat keputusan mengenai pergantian kadus yang didasari dengan pertimbangan kamtibmas tadi yang kemudian hasil pertimbangan pejabat Desa Lokki ini dikonfirmasikan ke Camat Huamual Belakang secara tertulis, untuk diketahui terkait pergantian Kadus Tanah Goyang, kemudian camat memberikan rekomendasi, agar alasan – alasan pergantiannya dapat dituangkamln dalam SK, karena camat memiliki kontrol ke desa dan diberikan secara tertulis agar menjadi dasar surat keputusan pergantian kadus, mengingat dan memperhatikan bahwa pergantian Kadus Munir Boufakar telah melewati pertimbangan dan diberhentikan karena alasan kamtibmas, jika ini sudah dilakukan maka semua selesai berdasarkan aturan,” papar Pellu.

Baca Juga  Cegah Kluster Baru, Satgas Covid Kota Ambon Minta Pendemo Tahan Diri

Senada dengan Kadis Pemdes, Wakil Ketua Komisi I, H.Hamzah Wakanno, M.H mengatakan bahwa pergantian kepala dusun memang kewenangan kepala desa atau pejabat desa, oleh karena itu dia menyarankan agar dilakukan sesuai prosedur dengan mengikuti aturan pergantian perangkat desa.

“Memang peristiwa biasa dalam pergantian jabatan itu, ada yang senang atau tidak senang ada suka dan tidak suka oleh karena itu pejabat juga harus lakukan sesuai prosedur, sebagai bahan pegangan buat saudara pejabat lokki,” tutur Wakano. (kahar)