Gara-Gara Gapura Warga Dua Desa di Sanana Terlibat Bakulempar

oleh -343 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Warga Desa Wailau dan Desa Pastina, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, terlibat aksi saling bakulempar, Ahad (23/2/2020).

Aksi saling lempar yang terjadi di perbatasan kedua desa, tepatnya di depan Kantor Kodim 1510 Sanana itu, dipicu pembangungan gapura oleh masyarakat Desa Wailau.

Pembangunan Gapura dalam rangka persiapan penilaian Lomba PKK Tingkat Kabupaten Kepulauan Sula, oleh masyarakat Desa Wailau itu pun memicu protes warga dari Desa Pastina, karena warga Desa Pastina mengaanggap Gapura tersebut telah berada di wilayah mereka.

Laporan yang diterima porostimur.com dari lapangan menyebutkan, telah terjadi kosentrasi massa dan berujung pada aksi pelemparan batu antara warga Desa Pastina dan Desa Wailau.

Link Banner

Salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian mengatakan, awal mula terjadinya pelemparan tersebut dimana pada saat masyarakat Desa Wailau akan membangun Gapura yang terletak antara Desa Pastina dengan Desa Wailau.

Baca Juga  Kapolres Halbar Berganti, AKBP Aditya Laksimada Masuk Ternate

“Pada saat masyarakat Wailau sedang membuat Gapura, tiba-tiba datang warga masyarakat kurang lebih 10 Orang dari Desa Pastina dan langsung menegur/mengingatkan kepada warga Wailau yang sedang bekerja. Saat itu pun terjadi adu mulut hingga terjadinya saling bakulempar”, katanya tanpa mau namanya disebutkan.

Tak mau situasi berkembang menjadi panas, Kapolres Kepulauan Sula AKBP M. Iran, S.IK dan KASDIM/1510 Sanana, Mayor Inf. S. Siswanto, langsung turun tangan untuk mengamankan situasi.

Perwakilan dari kedua desa serta tokoh masyarakat kemudian diajak untuk melakukan pertemuan di Ruang Aula Kodim 1510 Sanana, guna mencari titik temu dan menyelesaikan peraoalan secara musyawarah dan mufakat.

Dari pertemuan tersebut, dihasilkan dua butir kesepakatan, yakni: Pertama, kedua desa sepakat besok, Senin (25/2/2020) akan dilakukan pertemuan di aula Polres Kepulauan Sula, dengan melibatkan pemerintah daerah dan DPRD Kepulauan Sula.

Baca Juga  Ketua Komisi lll DPRD Kepsul Soroti Pemotongan Anggaran Dinas Pendidikan

Kedua, daerah tapal batas dijadikan areal yang berada Salam status qou sampai adanya keputusan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula, kemudian tidak ada gerakan tambahan maupun kosentrasi massa dan tetap berjarak 100 meter dari Kodim/1510 Sanana ke arah desa Wailau serta berjarak 100 meter dari Kodim/1510 Sanana meter ke arah desa Pastina.

Hadir dalam pertemuan di Aula Makodim tersebut, antara lain: Kapolres Kepulauan Sula, AKBP Muhammad Irva S.IK, Kasdim 1510/Sanana, Mayor Inf. S. Siswanto, Kabag Ops Polres Kep. Sula, Kompol Agus Purwanta S. IK, Danramil Sanana, Kapten H. Buamona, Kapolsek Sanana, AKP La Ode Idrus, KBO sat Intelkam Polres Kep. Sula, Ipda Sahlan Tubaka, SH, MH, Camat Sanana, T. Umasugi, Kades Pastina, Bahrudin Umagapi, Kades Wailau, Sarif Umasugi serta tokoh masyarakat dan pemuda dari kedua desa. (red/ifo)