Gara-gara Narkoba Tiga Warga Sula & Taliabu Terancam 12 Tahun Penjara

oleh -71 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Sula, Maluku Utara, merilis penangkapan pelaku penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Pulau Taliabu dan Kepsul. Rilis kasus ini dilakukan Selasa (19/1) di gedung utama Polres Sula.

Kasat Resnarkoba Polres Kepsul IPTU I Komang Suriawan menyampaikan, Satresnarkoba Polres Sula telah mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis sabu di Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Kepsul, dan menangkap satu tersangka berinisial MR alias Romi.

Atas perbuatannya, Romi disangkakan telah melakukan tindak pidana narkotika jenis sabu sebagaimana dimaksud dengan Pasal 112 ayat (1) subsider Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009.

Penangkapan Romi dilakukan pada Rabu (13/1) lalu. Saat itu, sekitar pukul 14.20 WIT, anggota Satresnarkoba mendapat informasi tersangka Romi akan melakukan transaksi narkotika jenis sabu.

Setelah memperoleh informasi tersebut, Komang langsung mengumpulkan Satresnarkoba Polres guna melakukan penyelidikan dan mendatangi lokasi dilakukannya transaksi.

Baca Juga  Peduli Dampak Covid-19, STP Labuha Bagi Sembako

Sekira pukul 15.00 WIT, personel Satresnarkoba melihat tersangka Romi sedang berada di jalan depan istana daerah Kepsul. Perlahan, polisi langsung mencegat tersangka.

Kaget dengan keberadaan polisi, Romi sontak membuang paket sabu yang berada di tangan kirinya ke tepi jalan.

“Namun hal tersebut dilihat oleh seorang petugas, dan menyuruh tersangka untuk mengambil kembali paket sabu yang disimpan dalam bungkusan rokok tersebut. Polisi lantas meminta tersangka membuka bungkus rokok tersebut, ditemukan satu sachet kecil berisi sabu,” terang Komang melansir tandaseru.com.

Atas perbuatannya, Romi terancam pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun serta denda paling sedikit Rp 800 ribu dan paling banyak Rp 8 juta.

Polres Kepsul saat merilis kasus penyalahgunaan narkotika. (Tandaseru/Samsur Sillia)

Selain Romi, Komang menyebutkan, sebelumnya Satresnarkoba Polres Sula juga telah menangkap dua tersangka lain di Kabupaten Pulau Taliabu, tepatnya di Desa Bobong dan Desa Wayo. Dua tersangka tersebut berinisial RS alias Anto (27 tahun) dan AR alias Arki (23 tahun).

Baca Juga  Pemkot Ambon Akan Pasang WiFi Gratis di Empat Lokasi

Tersangka RS alias Anto dibekuk di depan sebuah rumah warga di Desa Bobong, Kecamatan Taliabu Barat. Di tangannya, polisi berhasil mengamankan satu buah pirex kaca bekas pakai sabu.

Sedangkan tersangka AR alias Arki, kata Komang, polisi memperoleh informasi dari tersangka RS alias Anto. Dari informasi tersebut, polisi langsung mendatangi sebuah rumah dan mendapati tersangka Arki tengah asik menggelar pesta miras di sebuh rumah warga di Desa Wayo, Kecamatan Taliabu Barat.

“Dari tangan Arki, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa dua sachet sabu seberat 0,6 gram serta uang tunai Rp 300 ribu dan satu buah HP merk Oppo. Tersangka Arki dan barang bukti langsung diamankan di Polsek Taliabu Barat,” ungkap Komang.

Baca Juga  Wawancara Eksklusif Pasien Sembuh: Yang Bilang COVID-19 Tidak Ada, Itu Bohong

Kedua tersangka dikenakan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU Narkotika. Keduanya terancam kurungan badan paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun, serta pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

Saat ini, Komang menjelaskan, berkas tersangka RS alias Anto serta AR alias Arki sudah tahap satu dan sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Pulau Taliabu. Sementara untuk tersangka MR alias Romi, Polres Sula masih mengirim barang bukti ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polri cabang Makassar untuk diteliti.

“Dua tersangka sudah tahap satu. Kalau tersangka Romi, saat ini sudah dinaikkan statusnya ke penyidikan dan kita tunggu hasilnya dari Labfor cabang Makassar,” tukas Komang. (red/tsc)