GBI Ingatkan Pendeta Gilbert Lumoindong Fokus Pada Pemberitaan Firman Tuhan

oleh -62 views

Porostimur.com, Jakarta – Badan Pengurus Pusat Gereja Bethel Indonesia (BPP GBI) memberikan peringatan keras kepada Pendeta Gilbert Lumoindong terkait pernyataan kasus kematian Brigadir J yang seolah menjustifikasi bahwa Brigdir J pelaku pelecehan kepada Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo.

Pernyataannya itu diunggah Pendeta Gilbert Lumoindong di akun YouTube pribadinya.

Selain itu, BPP GBI meminta Pendeta Gilbert, agar tidak mengulang tindakan yang sama, dengan membuat pernyataan di luar kapasitasnya sebagai seorang pendeta, namun fokuslah memberitakan Firman Tuhan/ Injil Kristus.

Tidak hanya itu, BPP GBI memerintahkan Gilbert Lumoindong agar mencabut pernyataan/ tayangan yang telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat dalam waktu selambat-lambatnya 3 X 24 jam ke depan, sejak surat peringatan ini dibuat.

“Memerintahkan Pendeta Gilbert Lumoindong untuk segera meminta maaf secara terbuka sehingga tidak menyebabkan dampak yang lebih buruk lagi,” jelas BPP GBI dalam surat peringatannya yang berdasarkan putusan rapat pada tanggal 29 September 2022, seperti dilihat pada Minggu (2/10/2022).

Pendeta Gilbert Lumoindong telah meminta maaf dan men-take down video yang memuat pernyataannya terkait pelecehan di dalam kasus Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan Brigadir Yosua yang diunggah di YouTube pribadinya.

“Saya atas nama pribadi menyampaikan maaf sebesar-besarnya untuk keluarga Pak Samuel Hutabarat dan Ibu Rosti Simanjuntak, orang tua Brigadir J, jika ada pernyataan-pernyataan saya yang mengecewakan dan menyakitkan,” kata Gilbert dalam video YouTube pribadinya, Sabtu 1 Oktober 2022.

“Videonya saya take down, tetapi saya tetap mendoakan Bapak dan Ibu keluarga seperti selalu saya katakan,” sambungnya.

Gilbert mengaku, tidak bermaksud menyakiti perasaan keluarga Brigadir J. Namun, ia menyadari kesalahannya sebagai manusia yang tidak luput dari kekurangan.

“Sebagai manusia biasa, hamba Tuhan, pasti tidak lepas dari satu kekurangan,” ucapnya.

 “Saya hanya ingin segala sesuatu berjalan dengan baik. Biarlah tetap asas praduga tak bersalah kita tetap jaga. Kita mendoakan hasil pengadilan yang jujur. Kepada Ibu Rosti, Pak Samuel, dan seluruh keluarga Hutabarat dan Simanjuntak, dengan segala kerendahan hati, izinkan saya sekali lagi mengucapkan maaf,” tuturnya.

(red/kr/bs)