Gejala Pasca Vaksinasi Hal Yang Wajar

oleh -104 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Ambon, dr. Wendy Pelupessy mengatakan, gejala-gejala ringan seperti pusing dan mual yang dialami pasien pasca penyuntikkan vaksin tahap pertama merupakan hal yang wajar, sama seperti efek samping yang dialami pasca imunisasi umumnya.

Menurut Pelupessy, selain pusing dan mual, kemerahan dan pembengkakkan yang terjadi disekitar area suntik, merupakan gejala umum dan wajar yang terjadi pasca penyuntikkan vaksin maupun imunisasi.

“Gejalanya sama seperti anak-anak yang melakukan imunisasi, dan itu wajar dan sangat lumrah. Bukan suatu hal yang perlu ditakutkan,” kata Kadis.

Melansir laman resmi Pemerintah Kota Ambon, ambon.go.id, Pelupessy mengatakan, hingga hari ini tenaga kesehatan (Nakes) Kota Ambon yang tervaksinasi berjumlah 256 orang.

“Hingga jumat kemarin, tercatat 179 Sumber Daya Manusia Kesehatan atau SDMK. SDMK yang dimaksud tidak hanya Nakes tapi juga Supporting atau tenaga pendukung ysng bertugas di Dinas Kesehatan. Dan untuk hari senin tercatat 79 SDMK yang tervaksinasi, total sampai kemarin sebanyak 258 SDMK yang sudah tervaksinasi,” jelas Kadis.

Baca Juga  Kesiapan Sidang Sinode Keuskupan Amboina ke III dan Perayaan Syukur 25 Tahun Mgr. P. C. Mandagi Msc Sudah 98 Persen

Kadis menegaskan, isu-isu tentang dampak vaksinasi yang beredar di masyarakat, adalah isu-isu yang sengaja membuat panik masyarakat yang berujung pada penolakan terhadap vaksinasi.

“Pastinya, Pemerintah tidak ingin mencelakakan masyarakatnya, Pemerintah ingin membuat yang terbaik bagi masyarakatnya. Itulah sebab kenapa Nakes yang dijadwal sebagai penerima vaksinasi awal, selain untuk memastikan bahwa vaksin itu aman, juga untuk memastikan bahwa Nakes sudah terlindungi karena vaksin,” aku Kadis.

Pengakuan Penerima Vaksin

Dokter Mario Huka, seorang Nakes yang bertugas pada Puskesmas Tiahahu mengatakan, hingga kini dirinya tidak merasa adanya efek samping atau dampak yang signifikan pasca penyuktikan Vaksin Sinovac.

“Setelah vaksinasi, awalnya saya merasa sakit kepala namun hanya berlangsung sebentar saja. Dan sebagai seorang dokter, saya rasa itu adalah hal yang wajar dan lumrah dan sangat normal bagi seorang yang baru saja disuntik, sama seperti imunisasi pada umumnya. Setelah itu, hingga saat ini, saya tidak merasa apa-apa, malah cenderung fit,” kata Dokter.

Baca Juga  Update Covid-19 Maluku: 118 Positif, 7 Wafat, 21 Sembuh

Menurutnya, keputusan Kementerian Kesehatan RI untuk memberikan vaksin tahap awal bagi para nakes adalah sesuatu yang sangat menggembirakan baginya.

“Vaksin adalah sesuatu yang sangat penting, karena vaksin membantu membuat imunitas bagi tubuh sehingga kita tidak gampang tertular COVID itu sendiri,” imbuhnya.

Terkait ketakutan masyarakat terhadap vaksin yang dilakukan, Dokter menghimbau agar masyarakat lebih jeli dan cermat terhadap informasi yang beredar. Jangan menerima mentah berita yang belum tentu valid dan tidak dapat dipertanggung jawabkan.

“Yang saya ingin katakan adalah vaksinasi yang dilakukan itu aman dan sangat membantu melindungi diri kita,” katanya.

Hal yang sama dikatakan Vera Latuheru, seorang bidan yang bertugas pada Dinas Kesehatan Kota Ambon yang  justru sangat mensyukuri dirinya masuk dalam daftar penerima vaksin tahap pertama ini.

Baca Juga  Ekspor Maluku Utara Menukik 32,61% dalam Sebulan

“Saya secara pribadi dan juga keluarga saya sangat bersyukur ketika ditetapkan sebagai penerima vaksin. Karena bagi saya, vaksin itu aman. Vaksin diberikan untuk membantu meningkatkan imunitas tubuh. Sebagai seorang tenaga kesehatan, yang harus bertemu dengan sejumlah pasien yang mungkin saja OTG, saya harus memproteksi diri saya. Selain dengan penerapan protokol kesehatan, vaksin merupakan cara yang sangat baik, karena membantu membentuk kekebalan tubuh saya,” bebernya. (marce/agi)