Gelar Demonstrasi, Garda Maluku Desak Kapolda dan Kejati Tangkap Bupati SBB

oleh -31 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam BEM RI dan Garda Maluku melakukan aksi demonstrasi menuntut kepada Kapolda dan Kejati agar segera menangkap serta memenjarakan Bupati SBB, M Yasin Payapo terkait tindak pidana korupsi.

Menurut para pendemo, Alokasi Dana Desa (ADD) diprioritaskan untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan di bidang pembangunan desa. Namun pada kenyataannya, di Kabupaten Seram Bagian Barat, terjadi pemotongan 10% ADD dari sembilan puluh tiga (93) Desa yang bernilai 900 juta lebih.

Hal inilah yang memicu sehingga Garda Maluku menentang dan akan melawan perbuatan serakah di bumi Saka Mese Nusa.

Link Banner

“Kita ingin melihat bukti bahwa memang di Republik ini, kekuasaan hukum tidak rendah dibandingkan kekuasaan politik. Pernyataan ini disampaikan ketika orasi singkat Ketua Garda Maluku, Zen Lelangwayang saat berdemonstrasi di depan Kantor Kejati Maluku, Rabu (29/5) Kota Ambon.

Baca Juga  Wasekjen Sebut Mayoritas Kader Golkar Ingin Munas Digelar Desember

Zen mengatakan bahwa sangat tidak rasional dan logis ketika pemotongan ADD 10% tersebut dikarenakan pendanaan Pesparawi.

“Setahu saya, bukankah pos anggaran kegiatan keagamaan sudah disediakan pemerintah dan diberikan tanggung jawab kepada Kementerian Agama”, jelasnya.

Zen menambahkan, ditambah lagi dalam audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) tidak ditemukan penyimpangan keuangan oleh Bupati SBB. Padahal, ini terbukti suatu tindakan korupsi.

“Aksi kami tidak cukup sampai disini saja. Dalam beberapa hari ke depan, kami akan berkunjung di BPK Maluku”, tegasnya

Dikatakan, rencana kunjungan di BPK Maluku semata-mata bertujuan mengidentifikasi dan mencari tahu yang sebenarnya.

“Saya berharap kepada Kapolda Maluku langsung turun tangan. Sebab, kasus pemotongan ADD oleh Bupati SBB sudah ditutup Kapolres SBB dengan alasan menjaga hubungan dan kebersamaan”, pintanya. (dayat)