Gelar Demonstrasi, Puluhan Mahasiswa Wai Ina Minta Transparansi Anggaran Covid-19

oleh -452 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Himpunan Pelajar Mahasiswa Wai Ina (HIPMAWI), Kecamatan Sula Besi Barat, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Demo Kepala Desa Wai Ina, Arifin Umalekhoa, Senin (27/4/2020)

Demontstrasi tersebut dilakukan lantaran kepala desa tidak memberikan masker, vitamin dan obat-obatan kepada mereka yang baru datang dari luar daerah.

Budiman Fokatea menyebut dirinya sudah 19 hari di Desa Wai Ina namun pemerintah desa tidak memberikan obat-obatan hingga masa karantina dirinya selesai, Budi juga mempertanyakan anggaran Rp100 juta lebih yang dialokasikan oleh Pemdes untuk penanganan virus corona.

Sementara itu Karman Umarama saat diwawancarai menuding Pemdes menjadikan momentum Corona sebagai lahan untuk mengelapkan Dana Desa, karena sampai saat ini mereka yang baru datang dari luar daerah tidak mendapatkan penanganan medis.

Karman juga membeberkan bahwa Kades Arifin mengatakan mahasiswa dan pemuda Desa Wai Ina yang berada di tanah rantau adalah orang-orang goblok.

Baca Juga  Soal Amdal PT Mangtip, ini Janji Tim Amdal ke Warga Falabisahaya

Merasa tersinggung dengan pernyataan Kades, HIPMAWI meminta kepala desa segera mundur dari jabatan karena dinilai pernyataannya tidak mencerminkan sebagai pimpinan di desa

Mereka juga meminta segera mempertanggung jawabkan pengelolaan DD selama menjadi kades.

Mahasiswa Akademi Pendidikan Masyarakat Desa (APMD) Yogyakarta ini menilai Kades Wai Ina sudah salah menggunakan kewenangan sebagai kepala desa karena tidak transparan dalam mengelola keuangan desa.

Sam juga meminta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) segera melayangkan surat pemberitahuan kepada kades bahwa masa jabatannya telah berakhir sehingga kades segera menyiapkan LPJ sesuai isyarat UU NO 6 tahun 2014.

Selain menyoroti anggaran penanganan Covid,, Mahasiswa membeberkan sejumlah anggaran kegiatan pembangunan desa yang diduga disalah gunakan oleh kades.di antaranya Anggaran Bumdes Rp.50.000 000, Angagaran Pelatihan Nelayan dan pertanian tahun angaran 2018 senilai Rp. 25.000.000, anggaran Pengadaan Obat obatan untuk pustu senilai Rp.13 .000.000

Baca Juga  Informasi Loker Vaksinator Puskesmas Arbes Hoax

Serta Anggaran sewa PKK hingga kini tidak ada pertanggung jawaban.dan masih banyak anggaran lainnya yang di gelapkan oleh kepala desa. (ifo)