Gelar Long March, Warga Ahuru Desak Kepala BWS Maluku Dicopot

oleh -82 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Warga Ahuru, Kelurahan Karang Panjang, Kota Ambon bersama Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ambon mendatangi Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku, Jumat.

Puluhan warga yang didampingi anggota PMKRI tersebut, berjalan kaki dari depan Maluku City Mall (MCM) menuju Kantor BWS Maluku yang terletak di Jl. Mr, Chr. Soplanit, Desa Rumah Tiga, Teluk Ambon.

Warga mendesak pihak BWS Maluku untuk segera menyelesaikan proyek pembangunan Cekdam atau tanggul penghambat di kawasan Ahuru, yang sampai kini belum kunjung tuntas. Sebab lain, proyek ini telah menimbulkan kerusakan jalan yang cukup parah di daerah tersebut.

Atas kelalaian pihak kontraktor dan BWS Maluku, warga mendesak Kepala BWS Maluku untuk segera memundurkan diri dari jabatannya. Sebab, persoalan ini sudah disampaikan beberapa kali, namun tidak mendapatkan respon sampai kini.

Koordinator Lapangan (Korlap), Bertolameus Mayabubun membeberkan, proyek yang dilakukan PT Diyan Nugraha Saotanre bersama BWS Maluku ini belum dirasakan baik bagi pengguna jalan maupun warga sekitar.

Baca Juga  Peringatan Dini BMKG: Waspadasi Gelombang Tinggi Capai 2,5 Meter di Maluku-Malut. Berlaku 7-10 Juli 2019

“Dalam survei yang kami lakukan, ternyata hanya semacam tempel-tempel biasa. Tidak dikerjakan secara keseluruhan. Padahal sebelumnya, jalan yang kurang lebih 3 meter itu, hanya dipersempit menjadi 2 meter. Dan, ini justeru berdampak pada arus lalulintas,” tegas Berto mengutip rakyatmaluku.com, Sabtu (11/9/2021).

Mayabubun menjelaskan, dalam tuntutan pada aksi sebelumnya, pihak BWS Maluku telah sepaham agar masalah ini segera ditangani sampai selesai.

Sayangnya, sejak aksi tersebut hingga kembali digelar aksi kemarin, proyek ini masih juga bermasalah dan belum terealisasi janji yang disampaikan otoritas BWS Maluku.

Sementara itu, Willy Wee (24) salah satu warga Ahuru mengakui, mereka mendatangi Kantor BWS Maluku untuk menagih janji yang sudah disampaikan. “Kami kembali untuk menuntut janji yang telah disepakati oleh pimpinan BWS berserta staf yang bertanggung atas atas proyek ini,” kata dia.

Baca Juga  Pemuda 10 Desa di Kasiruta Barat Komitmen Menangkan Usman-Basam

Willy menegaskan, akibat pembangunan bendungan tersebut, jalan yang mereka lintasi rusak total. Kerusakan terjadi, lantaran aktifitas kendaraan proyek, yang setelah itu tidak dibenahi, malah ditinggalkan dalam kerusakan.

Hal senada disampaikan Aba, warga Ahuru lainnya, bahwa PT Diyan Nugraha Saotanre, harus segera bertanggungjawab terhadap kerusakan jalan tersebut.

Ana bilang, kalau tidak ditanggapi segera, maka aksi mereka akan terus berlanjut hingga ke kantor DPRD Maluku dan Gubernur Maluku. Sebab, pihak kontraktor sangat tidak manusiawi, yang telah merusak jalan umum, dan tidak memperbaikinya.

Selain dirusak, jalan tersebut juga dibuat sempit. Padahal, sedianya jalan tersebut luasnya lebih dari 6 meter. Kini, semakin dibuat sempit akibat ulah perusahaan pihak kontraktor yang tidak memiliki jiwa kemanusiaan tersebut.

Baca Juga  Isbat Awal Zulhijjah 1441H Digelar 21 Juli, Rukyat Hilal di 84 Lokasi

(red/rm)