Gelar Pelatihan Menulis, Gapermi Maluku Hadirkan Sastrawan Nasional Dino Umahuk

oleh -150 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 108 Tahun 1964 pada 2 Mei 1964 yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

R. A Kartini merupakan salah satu tokoh pejuang perempuan bangsa, bernama lengkap Raden Adjeng Kartini Djojo Adhiningrat. Lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879.

Hidup dan besar di masa kolonial dengan budaya patriarki yang begitu melekat di lingkungannya – Jawa, membuatnya tak gentar untuk menyudahi keadaan tersebut.

Pada masanya, perempuan tidak dibolehkan untuk sekolah, perempuan tidak boleh keluar rumah dan berurusan di ruang publik, perempuan tidak bisa bebas dalam memilih pasangan hidup hingga usia untuk menikah, segala pelarangan itulah yang menjadi keresahannya dan membuatnya berpikir untuk adanya “emansipasi” bagi perempuan Indonesia.

Membaca dan menulis adalah rutinitas yang dilakukannya dalam istananya. Kartini sering menuliskan surat dan dikirimkan kepada sahabat pena-nya di Belanda, Stella.

Baca Juga  Ketua DPRD Malut Sebut Harita Mendukung Penuh Pembangunan Jalan Lingkar Obi

Ada salah satu suratnya yang menuliskan bahwa yang disebut sebagai ‘gadis modern’ adalah seorang gadis yang membanggakan dan mandiri, yang bekerja bukan hanya untuk kesejahteraan dan kebahagiaannya sendiri, tetapi untuk kebajikan seluruh umat manusia yang lebih besar (Qibtiyah, 2019).

Berangkat dari semangat tersebut, dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun 2021, Gerakan Pejuang Perempuan Milenial (Gapermi) Maluku menggelar kegiatan Lokakarya Menulis dan Buka Puasa bersama Sastrawan Indonesia asal Maluku, Dino Umahuk yang merupakan narasumber atau pelatih dalam lokakarya tersebut.

Kegiatan diikuti oleh sejumlah aktivis perempuan muda dan berlangsung di Kantor Komisi Yudisial Maluku, dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama di Kedai KaYe di kawasan Wailela, Kota Ambon.

Baca Juga  Patroli Rutin, Personil Polsek Namrole Sampaikan Imbauan Kepada Masyarakat

Dalam pemaparannya, Dino mengajak para peserta untuk membudayakan membaca, menulis dan diskusi.

“Untuk menjadi pembicara yang baik terlebih dahulu harus menjadi pendengar yang baik, untuk menjadi penulis yang baik terlebih dahulu harus menjadi pembaca yang baik,” jelasnya.

Peserta sangat antusias mengikuti materi. Hal tersebut terlihat saat sesi tanya-jawab berlangsung, nyaris semua peserta mengacungkan jari untuk menyampaikan pertanyaan.

Koordinator Sahabat KY yang juga pembina Gapermi, Chesilvia Hatala kepada jurnalis porostimur.com, mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas menulis para perempuan muda di Maluku sesuai dengan minat atau passionnya.

Karya mereka akan di follow up dan dikoreksi via WhatsApp.

“Tujuan utama kegiatan ini untuk mencari bibit-bibit penulis baru di kalangan remaja untuk selanjutnya bisa mendapatkan bimbingan agar karya mereka bisa diterbitkan,” tukasnya.

Baca Juga  Satu PDP Meninggal Dunia di RSUD Chasan Boesoirie, LSM Rorano Minta Warga Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

(cr1/ GPPerMi)