OJK Targetkan Inklusi Keuangan 98 Persen
Senada dengan itu, Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, menyampaikan bahwa tingkat inklusi keuangan di Ambon ditargetkan mencapai 98 persen, sejalan dengan visi nasional Indonesia Emas 2045.
Ia menjelaskan, OJK tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis, termasuk penyusunan kurikulum literasi keuangan untuk tingkat SMP serta perluasan agen Laku Pandai di wilayah yang sulit dijangkau layanan perbankan.
“Kami juga mendorong adanya business matching bagi UMKM dan digitalisasi pada sektor kuliner ikonik seperti Rujak Natsepa agar masuk dalam ekosistem QRIS. Harapannya, evaluasi di triwulan I ini dapat menghasilkan langkah konkret untuk mencapai target di semester kedua 2026, sekaligus membawa TPAKD Ambon meraih penghargaan di tingkat nasional,” jelas Haramain.
Inflasi Terkendali, Daya Beli Tetap Terjaga
Sementara itu, kondisi ekonomi Kota Ambon hingga Maret 2026 dinilai tetap stabil. Wali Kota menyebutkan, inflasi berada di angka 3,18 persen secara tahunan (year on year).
Meski terdapat dinamika pada tarif transportasi udara dan listrik, ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat dipastikan aman, dengan daya beli masyarakat yang masih terjaga positif.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Pemkot Ambon bersama OJK optimistis inklusi keuangan dapat menjadi pengungkit utama pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat secara merata. (Keket)










