Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Hilarius, Polisi Sebut Ada Kelemahan Pengamanan di Ancol

oleh -27 views
Link Banner

@porostimur.com | Jakarta: Aparat Kepolisian Metro Jakarta Utara, Jumat (12/7) menggelar rekonstruksi pembunuhan terhadap Hilarius Ladja (31).

Rekonsrtuksi di TKP, Beach Pool, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara itu, menghadirkan kedua pelaku Jadri dan Aped serta sejumlah saksi.

Baik Aped maupun Jadri sama sekali tak melakukan penyangkalan terhadap setiap adegan yang mereka peragakan.

Adapun rekonstruksi ini ditujukan untuk membuat terang kasus ini langsung di tempat kejadian perkara.

Link Banner

Dengan adanya rekonstruksi, diharapkan proses hukum terhadap kedua tersangka bisa berjalan lancar di pengadilan.

“Sehingga mudah-mudahan dengan dilaksanakannya rekontruksi ini nanti majelis hakim maupun jaksa penuntut yang akan menyidangkan ada gambaran dengan jelas,” tutur Budhi.

Baca Juga  Imbas Corona, Google Batalkan Kontrak 2000 Pekerja

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto disela-sela rekonstruksi mengatakan, penusukan itu terjadi usai adanya pesta minuman keras (miras) yang dilakukan pelaku, korban, dan teman-temannya.

Menurut Budhi, berdasarkan keterangan dari pihak pengelola perihal keberadaan miras yang dikonsumsi pada saat kejadian, dipastikan dibawa dari luar kawasan rekreasi Ancol.

“Jadi dari Ancol sendiri sudah menyampaikan kepada kami bahwa mereka tidak menjual, karena memang tadi ini adalah tempat wisata dan banyak keluarga serta anak-anak yang hadir di sini,” kata Budhi, Jumat (12/7).

Budhi mengatakan, ada kelemahan pengawasan keamanan yang menjadi perhatian pihak pengelola Taman Impian Jaya Ancol.

Untuk itu Polisi akan mengevaluasi keamanan di kawasan rekreasi itu dan memberikan masukan sebagai bentuk antisipasi tindak pidananya.

Baca Juga  Gubernur Berlakukan PSBR di Maluku

“Ada beberapa kelemahan atau pintu atau kebocoran yang mungkin bisa saja menjadi pintu masuk mereka. Nah ini tentunya menjadi perhatian kita,” kata Budhi.

“Khususnya terkait dengan adanya pelanggaran seperti mabuk-mabukan ataupun penggunaan narkotika dan barang berbahaya,” sambungnya.

Budhi menambahkan pihaknya juga akan menguatkan sinergitas terkait pengamanan di Ancol Taman Impian dan siap apabila diminta bantuan dalam hal pengamanan.

“Sehingga kalau kita sinergikan, petugas pengamanan dari Ancol maupun dari kita mudah-mudahan akan lebih baik lagi,” papar Budhi.

Hilarius menjadi korban penusukan dengan 9 luka tusuk di Beach Pool, Ancol Taman Impian, Pademangan, Jakarta Utara, Minggu (30/6/2019) dini hari.

Para pelaku sempat kabur hingga akhirnya ditangkap pada Selasa (2/7/2019) lalu.

Baca Juga  Kinerja Brimob Maluku Terus Ditingkatkan Ditengah Pandemi Covid-19

Para pelaku dan barang bukti selain pisau seperti pakaian, jam tangan bernoda darah, batu hebel bernoda darah, handphone dan lain-lain dibawa ke Mapolres Jakarta Utara.

Para pelaku dijerat Pasal 338 KUHPidana atau Pasal 351 ayat 3 KUHPidana jo Pasal 55 ayat 1 KUHPidana dan Pasal 221 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (red)