Gelar Unjuk Rasa Ditengah Pandemi Covid-19, Sejumlah Orang Dari Jong Halmahera Diamankan Polisi

oleh -241 views
Link Banner

Porostimur.com|Jailolo: Sejumlah orang yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Jong Halmahera terpaksa diamankan oleh personil Polres Halmahera Barat (Halbar) karena menggelar aksi di tengah pandemi Corona.

Menurut catatan pihak Kepolisian, Jong Halmahera sudah tiga kali melanggar Maklumat Kapolri.

Pertama ketika aksi pada 14 April lalu, dimana Polres Halbar sudah melakukan teguran, namun teguran Polres tidak diindahkan dan Jong Halmahera

Kedua saat mereka menggelar aksi pada Minggu 26 April, aksi yang dilakukan pada Minggu 26 April itu juga dibubarkan oleh personil Polres Halbar. Aparat juga mengingatkan untuk tidak lagi menggelar aksi.

Namun pada Senin 27 April mereka kembali menggelar unjuk rasa Ditengah depan kantor Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halbar.

Baca Juga  Cuma Garuda yang Terbang Ke Ternate Selama Libur Lebaran

Atas ulah mereka itu, anggota Polres dari Shabara yang dipimpin langsung Kasat Shabara membubarkan massa aksi, namun massa aksi melakukan perlawanan, sehingga anggota Shabara langsung mengambil tindakan dengan menangkapi dan membawa mereka ke Polres Halbar.

”Mereka ditahan, hanya dibawa ke Mapolres untuk dilakukan pembinaan. Untuk surat pernyataan antara massa aksi dan Polres nanti dikonfirmasi lagi ke Kasat reskrim,” ujar Kapolres Halbar AKBP. Aditya Laksimada, ketika dikonfirmasi.

Kasat Reskrim Polres Halbar, AKP. Rasud Usman yang dikonfermasi wartawan mengaku, aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh belasan pemuda tersebut selain tidak mengamtongi ijin resmi, juga dinilai melanggar maklumat Kapolri.

“Jadi aksi yang dilakukan sejumlah pemuda ini, sudah dilakukan berulang kali. Kami prinsipnya, melakukan pendekatan secara persuasif, karana unjuk rasa ditenghaah dampak virus korona ini tidak dibenarkan, kita tidak akan memberikan ijin,” tegasnya.

Baca Juga  Kompolnas: Jika Oknum Polisi Sengaja Jual Senpi ke KKB, Pengkhianat Bangsa!

Kaitan dengan sejumlah pengunjuk rasa yang dimanakan tersebut, dia sendiri juga masih menunggu petunjuk resmi dari Kapolres AKBP Aditya Laksimada. Apakah, hanya sebatas pembuatan surat pernyataan atau seperti apa.

“Kalau petunjuk misalnya hanya sebatas membuat surat pernyataan maka akan ditindak lanjuti, demikian halnya jika ada instruksi ditindak lanjuti dengann proses hukum,tentunya juga akan kita tindak lanjuti,” pungkasnya

Terpisah Sekkab Syahril Abduradjak ketika dikonfirmasi mengaku, aksi Minggu lalu dari pihak kepolisian menghubungi dirinya, terkait permintaan massa aksi untuk melakukan hearing, namun dirinya meminta jika hearing bersama pemkab, nanti dilakukan hari Senin di kantor Bupati dengan menyampaikan Surat resmi, sehingga tidak perlu ada demonstrasi.

Baca Juga  Cegah Corona, IPPMAT & Masyarakat Tanah Goyang, Semprot Desinfektan

”Tapi saya tunggu di kantor Bupati tidak ada surat yang masuk dan tiba tiba ada demo di kantor Bencana Alam,” jelas Syahril. (ash)