Gelar Unjuk Rasa, HMI Cabang Sanana Sebut HT – Zadi Gagal Pimpin Kepulauan Sula

oleh -136 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Kepemimpinan Bupati Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Hendrata Thes dan wakilnya Zulfahri Abdullah Duwila mendapat rapor merah dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sanana.

HMI menilai kepemimpinan Hendrata Thes dan wakilnya Zulfahri Abdullah Duwila marak dengan dugaan kasus korupsi dan monopoli proyek serta kemiskinan dan ketimpangan sosial.

Hal ini membuat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sanana menggelar aksi demonstrasi menuntut Hendarata Thes dan Zulfahri Duwila segera mundur karena gagal memimpin Kepulaun Sula pada Selasa (14/7/2020)

Ketua Umum HMI Cabang Sanana, Usman Buamona dalam orasinya menyebut kegagalan HT – Zadi dalam memimpin Sula adalah penetapan Kabupaten Kepulauan Sula sebagai daerah tertinggal.

“Itu artinya daerah ini tertinggal disebabkan oleh minimnya kemampuan HT – Zadi dalam mengelola manajemen pemerintahan, sistem sosial, ekonomi dan budaya di Kepulauan Sula”, koarnya.

Baca Juga  Simpel dan Unyu dengan Mix and Match Slip Dress untuk Hijabers

Buamona mensinyalir adanya misi terselubung oleh Hendrata Thes untk memperkaya diri dan kelurga hal ini terlihat dari adanya dugaan kasus monopoli proyek oleh keluarga Hendrata sebagaimana temuan Pansus DPRD Kepulaun Sula belum lama ini.

Oleh karenanya, Usman meminta kepada Kapolda Maluku Utara untuk segera menetapkan Irwan Hongarta yang merupakan ipar dari Hendrata Thes sebagai tersangka sebab banyak proyek yang dikerjakan Irwan tidak selesai bahkan terbengkalai.

Lutfi Teapon, salah satu orator menyebut Hendrata dalam masa kepemimpinannya hanya mementingkan kepentingan pribadi dan keluarga. Hal ini terlihat dari praktek monopoli proyek oleh Hendrata dan keluarganya di Pemda Kepulauan Sula,

Teapon juga miminta warga Kepulauan Sula untuk menandatangani petisi meminta HT- Zadi segera melepaskan jabatan selaku bupati dan wakil bupati.

Baca Juga  Terapkan E-Tilang, Satlantas Polresta Ambon Tindak 2950 Pelanggar

Lutfi juga menyampaikan penanda tanganan petisi ini untuk nantinya di bawa ke DPRD dan meminta DPRD segera menggelar Paripurna Istimewa Pemberhentian Bupati Dan Wakil Bupati Kepulaun Sula. (ifo)