Gema Takbir Warnai Unjuk Rasa HMI dan Warga Pohea

oleh -331 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sanana dan masyarakat Desa Pohea menggelar demonstrasi terkait Kasus Korupsi Masjid Desa Pohea, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara (Malut), Sabtu (27/6/2020)

Gema takbir menjadi pengantar para orator yang menyampaikan orasi dalam menyikapi kasus korupsi yang diduga melibatkan keluarga Bupati Kepsul, Hendrata Thes ini.

Ketua Pemuda Desa Pohea, Rianto Kaunar dalam orasinya menyampaikan masjid Pohea didirikan pada tahun 2015 silam namun hingga kini tidak dapat digunakan.

Anehnya kontraktor pembangunan masjid merupakan keluarga dekat bupati yakni Irwan Hongarta (ipar Bupati) tidak pernah diproses hukum.

Link Banner

Rianto juga menyoroti kinerja Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepsul yang dinilai gagal dalam melaksanakan fungsi kontrol bahkan masuk angin.

Baca Juga  Bahas sanggahan, warga Kauditan II-panitia jalan tol hadiri ”meeting”

Sementara itu Ketua HMI Cabang Sanana, Usman Buamona mengawali orasinya dengan membaca surat Al Fatihah dan berteriak Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar sebanyak tiga kali.

Usman menyampaikan sejumlah persoalan yang muncul di masa kepemimpinan Hendrata Thes dan Zulfahri Duwila, diantaranya masalah Masjid Pohea, Masjid Wai Nih, Jembatan Air Bugis, Trans Modapuhi, monopoli proyek, temuan Pansus LKPj serta sejumlah masalah korupsi lain.

Masda aksi kemudian bergerak dari Pasar Basanohi Sanana menuju pertokoan dan selanjutnya bersama sama masyarakat Pohea menuju Mapolres dan Kejaksaan Sanana untuk melaporkan kasus korupsi tersebut. (ifo)