Gempa Goyang Ternate Pagi Tadi, 30 Januari 2020, Magnitudo 5.8

oleh -43 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Wilayah Maluku Utara diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,8. Gempa terjadi sekira pukul 06.46 WIB, Kamis 30 Januari 2020.

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan informasi episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 0,76 lintang utara dan 126,34 bujur timur atau tepatnya berlokasi di laut dengan jarak 115 kilometer arah barat Kota Ternate, Maluku Utara, pada kedalaman 24 km.

Dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya subduksi Lempeng Laut Maluku.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault),” kata Kasi Data dan Info BMKG Sulut Edward H Mengko, Kamis (30/1/2020).

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di Manado, Ternate, Sofifi, Jailolo, Tidore, dengan skala III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah.

Baca Juga  5 hari menghilang 2 nelayan Ambon belum ditemukan

“Hingga saat ini tidak ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),” ujar Mengko.

Oleh karena itu kepada masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan agar menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” pungkasnya.

Selama ini, guncangan akibat gempa dengan kekuatan lebih dari magnitudo 5 ada yang bisa dirasakan oleh warga di daratan dan ada juga yang tidak. Status gempa dirasakan atau tidak biasanya dipengaruhi oleh tingkat magnitudo, kedalaman pusat gempa dan jarak lokasinya dengan daratan. Untuk diketahui, sebagian besar wilayah Indonesia termasuk daerah rawan gempa.

Baca Juga  Puisi Untuk Ayah

Merujuk pada data BMKG, selama 1976‐2006 saja, telah terjadi 3.486 gempa bumi dengan magnitudo lebih dari 6,0.

Sementara dari segi penyebab, gempa bumi bisa dibedakan dalam 2 kategori. Pertama, gempa tektonik yang terjadi karena pergerakan atau pergeseran lapisan batuan di kulit bumi, secara tiba‐tiba. Fenomena itu terjadi akibat pergerakan lempeng‐lempeng tektonik.

Selain itu, gempa bisa terjadi karena aktivitas gunung api. Jenis kedua ini disebut gempa bumi vulkanik. Pergerakan lapisan batuan di dalam bumi secara tiba‐tiba dapat menghasilkan energi yang dipancarkan ke segala arah berupa gelombang seismik.

Saat gelombang itu mencapai permukaan bumi, getarannya berpotensi memicu kerusakan, seperti pada bangunan, hingga menimbulkan korban jiwa. (red/rtm)