Gempa M 5,2 di Labuha, Pasien RSUD Evakuasi Diri

oleh -192 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Guncangan gempa bumi magnitudo (M) 5,2 dirasakan kuat di Labuha, Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Getaran gempa dirasakan sejumlah pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha.

Tak lama kemudian, pasien RS pun mengevakuasi diri ke lokasi aman. Gempa terjadi di laut pada jarak 12 km arah Utara kota Labuha.

“Tidak ada angka pasti berapa banyak yang dievakuasi, tapi sebagian besar mengevakuasi diri secara mandiri. Selain ke halaman rumah sakit,” kata salah seorang saksi mata, kepada wartawan Porostimur.com, Jum’at (26/2/2021).

Tampak ada sejumlah orang yang mengevakuasi diri ke halaman RSUD Labuha, getaran gempa dirasakan kuat beberapa detik.

Link Banner

Fadli Nasir, wartawan media ini di Labuha mengatakan belum ada laporan resmi kerusakan gedung di RS pascagempa, namun terdapat kerusakan pada sejumlah bangunan rumah sakit.

Baca Juga  Benih Oligarki dalam Pengelolaan Sumber Daya Kelautan

“Belum ada laporan resmi kerusakan di rumah sakit. Namun terdapat sejumlah kerusakan seperti retak pada dinding dan plafon yang jatuh,” kata dia.

Dilaporkan juga bahwa selain rumah sakit, gedung DPRD Halmahera Selatan juga mengalami kerusakan pada beberapa bagian.

Kondisi salah satu sudut gedung DPRD Halsel

Diketahui, gempa terjadi pada pukul 20.02 WIT. Lokasi pusat gempa berada pada koordinat 0,55 Lintang Selatan dan 127,56 Bujur Timur.

Pusat gempa di laut atau 12 km arah Utara Kita Labuha pada kedalaman 10 km. Gempa ini tak berpotensi menimbulkan tsunami.

BMKG menyebut gempa tektonik ini berjenis dangkal. Gempa bumi terjadi dipicu aktivitas subduksi.

BMKG menyebut gempa tektonik ini berjenis dangkal. Gempa bumi terjadi dipicu aktivitas subduksi.

Baca Juga  Bapenda intensifkan dan ekstensikan sumber pendapatan daerah

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ujar Kepala BMKG Halmahera Selatan, Wijayandi. (adhy)