Gempa Pulau Tanimbar Dipicu Sesar Aktif, BMKG Minta Masyarakat Waspada Gempa Susulan

oleh -184 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Pulau Tanimbar di Maluku hari Rabu, 26 Februari 2020 pukul 16.33.12 WIT kemarin diguncang gempa tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter update M=6,0. Episenter terletak pada koordinat 7,68 LS dan 131,19 BT tepatnya di darat pada jarak 56 km arah Barat Laut Kota Saumlaki dengan kedalaman 63 km.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi Porostimur.com, Kamis (27/2/2020) menyebutkan, gempa ini menimbulkan guncangan cukup kuat yang dirasakan di daerah Saumlaki dalam skala intensitas IV MMI dimana guncangan dirasakan oleh orang banyak. Warga Saumlaki dilaporkan sembat lari berhamburan keluar rumah akibat guncangan kuat gempa yang terjadi secara tiba-tiba.

Sedangkan di Tual dan Kaimana guncangan hanya mencapai skala intensitas II MMI menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa. Sementara itu hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat aktifitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber oleh BMKG menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar mengiri (sinistral strike slip)”, kata Daryono.

Baca Juga  Open Taekwondo Fantfelos Kantor Gubernur Ambones Siap Digelar

Daryono menjelaskan, gempa ini sangat menarik untuk dicermati karena pusat gempa berada di daratan Pulau Yamdena di Kepulauan Tanimbar. Dalam peta tektonik yang disusun oleh Barber dan kawan-kawan tahun 2013, tampak terdapat struktur sesar yang berarah timurlaut-baratdaya yang “membelah” Pulau Yamdena.

“Jika struktur sesar mendatar ini dikaitkan dengan hasil analisis mekanisme sumber gempa yang dipublikasikan oleh BMKG maka tampak sangat sesuai. Sehingga dugaan kuat gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar mendatar dengan arah pergerakan mengiri”, tukasnya.

Daryono bilang, peristiwa gempa ini juga sangat menarik dikaitkan dengan catatan gempa yang pernah terjadi selama ini, karena dalam catatan sejarahnya sangat jarang gempa kuat yang berpusat di daratan Pulau Yamdena. Selama ini gempa kuat di wilayah ini lebih banyak dipicu oleh gempa-gempa yang diakibatkan oleh aktivitas subduksi Banda dan berpusat di laut, seperti halnya gempa dahsyat yang pernah terjadi pada tahun 1918 (M=8,1) dan tahun 1950 (M=8,1).

Baca Juga  Zulfahri Abdullah Instruksikan Pendukungnya Tetap Solid dan Kompak Menjelang Pencoblosan

“Dengan adanya peristiwa gempa siang tadi maka semakin mengokohkan pendapat bahwa wilayah Kepulauan Tanimbar memang kawasan rawan gempa, dan khusus Pulau Yamdena terdapat sumber gempa sesar darat yang aktif”, pungkasnya.

Sesar Tanimbar (BMKG)

BMKG minta masyarakat waspada gempa susulan

Sementara itu, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Kepala BMKG Rahmat Triyono meminta masyarakat memastikan bangunan tidak rusak sebelum kembali ke dalam rumah.

Menurut BMKG, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat aktivitas sesar lokal.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan mendatar.

Hingga berita ini ditulis, kata BMKG, belum ada laporan dampak kerusakan akibat gempa tersebut.

Baca Juga  Kanwil Kemenag Malut Semprot Disinfektan Pada 11 Gereja di Oba Utara

BMKG juga belum mencatat adanya gempa susulan hingga hari initiative, naming masyarakat diminta agar tetap waspada.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono.

Guncangan gempa terasa dengan skala intensitas IV MMI di daerah Saumlaki, yang artinya bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah.

Selain itu, gempa terasa dengan skala intensitas II MMI di daerah Tual yang berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda ringan yang digantung bergoyang. (red/rtm/ajm)