Geram, Ini Pernyataan Keras Novel Baswedan untuk Firli Bahuri

oleh -10 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mempertanyakan alasan Firli Bahuri yang memintanya menyerahkan tugas dan tanggung jawab sesegera mungkin setelah dinonaktifkan.

Kebijakan Firli itu diteken dalam surat keputusan (SK) yang menonaktifkan 75 pegawai KPK setelah tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

Dalam SK tersebut, Novel dan 74 pegawai lainnya harus menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada pimpinan masing-masing.

“Maksudnya, tujuannya apa tidak boleh menangani perkara, itu sebenarnya tidak ada korelasi,” ujar Novel, Rabu (11/5).

Menurut Novel, tak lulus asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) tak ada kaitanya dengan penonaktifan pegawai. Tak lulus uji TWK, menurut dia, hanya berimbas pada statusnya yang belum menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Baca Juga  1 Tahun Ambon UNESCO City Of Music, Pemkot Gelar Colorful ACOM

“Ini asesmen, lho, bukan penyaringan, bukan seleksi. artinya tidak akan putus dan tindakan itukan bisa dilihat sebagai tindakan yang sewenang-wenang,” kata Novel.

Mantan polisi itu juga merasa statusnya kini terombang-ambing dan tak ada kejelasan. Novel dan 74 pegawai lainnya tidak dipecat, tetapi dibatasi kinerjanya.

“Ini yang menurut saya tampak kesewenang-wenangannya, ya. Ada tindakan-tindakan kelebihan melebihi kewenangan yang dimiliki. Jadi saya pikir itu menarik untuk diperhatikan dan dicermati. Sementara kami pada posisi yang tidak diberhentikan, jadi ke kantor, ya, ke kantor saja,” kata dia.

Novel Baswedan menyatakan tidak akan tinggal diam dengan pimpinan KPK yang menonaktifkan dirinya dan 74 pegawai lainnya yang tak lulus asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK). “Maka sikap kami jelas, kami akan melawan,” ujar Novel.

Baca Juga  Kisah Wali Songo Sunan Muria, Dakwah Pakai Pendekatan Budaya hingga Topo Ngeli

(red/jpnn)