Gereja Katolik berandil dalam Sumpah Pemuda

oleh -112 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Gereja Katolik turut memainkan peranan cukup penting dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia.

Salah satu bukti konkritnya, gelar sidang pertama Kongres Pemuda yang dilakukan di Gedung Katedral Jakarta.

Hal ini ditegaskan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Ignatius Suharyo, saat memimpin Misa Pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani), di Lapangan Merdeka Ambon, Sabtu (27/10).

Misa yang dipimpin Suharyo ini berlangsung khusyuk dan megah.

Link Banner

Karena itu, dihimbaunya masyarakat mensyukuri karya agung Tuhan bagi Bangsa Indonesia. Pasalnya, Sumpah Pemuda yang diperingati Minggu (28/10), tak terasakan sudah mencapai usia ke-90 tahun.

”Sidang pertama terjadi Sabtu sore 27 Oktober. Sidang pertama itu di gedung pemuda katolik yang sekarang bagian Katedral Jakarta,” ujarnya.

Baca Juga  Wali Kota London Sampaikan Pesan Hangat di Bulan Ramadhan

Sidang pertama yang digear di Gedung Katedral Jakarta itu, akunya, kemudian ditutup pada Minggu malam.

Sehingga tonggak sejarah itu, tegasnya, harus didoakan dalam prefasi Tanah Air.

”Ini hari kebangkitan nasional sejak 1908. Bahasa telah mempersatukan begitu juga Pancasila. Mari kita mengucap syukur pada Tuhan bagi bangsa dan negara ini,” jelasnya.

Dalam renungannya, Suharyo menjelaskan bahwa mereka bersatu dalam ekaristi, sebagai tanda syukur atas anugerah Tuhan.

”Datang dari 37 keuskupan 34 propinsi, kita datang dari tempat yang berbeda-beda. Tapi kita semua bersatu di sini,” tegasnya.

Tak lupa, diapresiasinya para pendahulu yang telah menanamkan rasa cinta tanah air.

Begitupun Suharyo menyoroti peranan Keuskupan Amboina dengan lintas agama.

Baca Juga  Cek Kesiapan Personil, Wakapolda Maluku Kunjungi Ditpolair Polda Maluku

”Pertama-tama membangun persaudaraan sejati, Apalagi mensyukuri hal itu,” timpalnya.

Diharapkannya, semua masyarakat dengan segala alpisan dan unsurnya mencapai kesatuan. Seperti kata Paulus dalam bacaan pertama, tambahnya, umat Katolik diajarkan untuk tidak diombang-ambingkan dalam rupa-rupa pengajaran.

”Semoga kita semakin didorong untuk itu. Tuhan memberkati kita semua. Tuhan memberkati Indonesia,” pungkasnya. (keket)