Getaran Gempa Magnitudo 7,1 di Sulawesi Utara, Terasa hingga Galela Maluku Utara

oleh -169 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Gempa magnitudo 7,1 yang mengguncang Sulawesi Utara ternyata ikut dirasakan sejumlah warga di Maluku Utara.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), getaran gempa ini dirasakan warga Halmahera Utara dan Galela, Maluku Utara, dengan skala II-III MMI.

Artinya, getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Warga Kota Manado, Bitung, dan Bolaang Uki juga merasakan gempa ini dengan skala II-III MMI.

Sejumlah orang di Gorontalo juga melaporkan merasakan gempa ini dengan skala yang sama.

Gempa ini terasa lebih kuat di Melonguane, Tahuna, dan Ondong yaitu dengan skala IV MMI.

Artinya, guncangan dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela atau pintu berderik dan dinding berbunyi.

Menurut BMKG, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

Baca Juga  Kapolres Buru Hadiri Syukuran HUT Polair Di Perairan Jikumerasa

Aktivitas Subduksi Lempeng Filipina

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno mengatakan gempa M 7,1 di timur laut Sulawesi Utara merupakan jenis gempa bumi menengah. Dari hasil analisis BMKG, gempa yang terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng Filipina.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Filipina. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” kata Bambang, dalam keterangannya, Kamis (21/1/2021).

Gempa ini juga mengalami pemutakhiran dari M 7,1 menjadi M 7. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,94 Lintang Utara dan 127,44 Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 km arah timur laut Kota Melonguane.

Baca Juga  Ungkap Fenomena Tanah Merayap di Nusalaut, BNPB Minta Badan Geologi Lakukan Kajian Teknis

Bambang juga mengatakan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa,” kata Bambang.

(red/kcm/dtc)