GL Dianiaya Hingga Meninggal Dunia Saat Tidur, ini Penjelasan Ibu Almarhum

oleh -287 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Setelah kematian Given Loppies (GL) balita berusia 3 Tahun yang dianiaya hingga meninggal oleh Vance Loppies (VL/34) selaku ayah kandung korban, yang kini masih diperiksa polisi dan menjadi tersangka utama dalam kasus ini, sang ibu pun lantas menggelar konferensi pers.

Pdt. Junita Esty Parihala, S. Si selaku ibu kandung korban GL mengakui bahwa VL sering melakukan tindak kekerasan dalam keadaan sadar maupun saat mengkonsumsi minuman keras, dan kekerasan ini bukan hanya kepada anak-anaknya saja tetapi juga kepada dirinya.

“Awalnya saya ini merupakan Pendeta yang tugasnya di Manokwari, saya kabur dengan anak saya nomor 3 Given Loppies (GL) ke Ambon dan meninggalkan tugas saya sebagai Pendeta dan anak saya nomor 2. Saat dia tahu, dia pun ikut kami pulang ke Ambon,” beber Junita kepada wartawan di Cafe Sarinda, Kota Ambon, Rabu (29/01/2020).

Baca Juga  Hamil 6 Bulan Karena Terbui Janji Manis, Indri Malah Ditinggal Sang Kades

Kepada awak media Junita juga mengatakan, penganiyayaan kepada anaknya ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh Vance Loppies (VL) mengingat kejadian yang sama juga pernah terjadi untuk anaknya yang sulung.

“Penganiayaan pernah terjadi sebelumnya untuk anak saya yang sulung, mulai dari dicubit, dipukul bahkan sering dimasukkan kedalam bak. Dan berakhir dengan kematian di usia 3 bulan dan itu di lakukan bukan hanya pada saat mabuk tapi kadang di saat dia sadar,” jelasnya sambil menahan tangis.

Dalam kurun waktu 2 Tahun terakhir setelah kembali dari Manokwari, Junita sudah tidak tinggal seatap dengan VL.

Junita bilang, saat GL meninggal dirinya sedang berada di Masohi, mengurusi urusan keluarga dan sebelum ke Masohi Junita menitipkan GL untuk keluarganya di Halong. Namun dalam 2 minggu terakhir GL dijemput oleh ayah kandungnya dan tinggal di Silale.

Salah satu keluarga korban membantah pernyataan tersangka bahwa penganiayaan dilakukan saat korban di mandikan dan buang air besar, faktanya GL dianiaya saat sedang tidur.

Baca Juga  Sebut Kondisi Negara Sudah Genting, Mantan Ketua MK: Hukum Sipil Sudah Tidak Berjalan

“Kejadian bermula saat VL pulang dalam keadaan Mabuk dan memukul ayah kandungnya hingga ayah kandunya melarikan diri, kemudian saat masuk ke kamar karena masih termakan emosi VL mulai melampiaskan emosinya untuk Given Loppies (GL) hingga koma dan meninggal pukul 01.00 WIT di RSUD Dr. Haulussy,” ujarnya.

Junita menjelaskan bahwa terdapat lubang di kepala Given Loppies (GL) dan luka di wajah almarhum yang merupakan luka seretan, serta tulang belakang dan kemaluan korban juga hancur di karenakan diinjak oleh tersangka pelaku.

Junita berharap agar pihak berwajib dapat memberikan hukuman yang seberat-beratnya, atau bila perlu hukuman seumur hidup

“Karena nyawa kedua anak saya tidak akan bisa kembali dengan uang. Ini bukanlah pertama kali, siapapun bahkan Tuhan Allah tidak akan memaafkan dia. Tidak ada toleransi untuk tersangka bahkan tidak akan ada pengampunan untuk tersangka,” tutupnya. (ebot)