oleh

Glenn Fredly Gambarkan Keindahan Persatuan Lewat Sepak Bola

Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Glenn Fredly pernah menggambarkan kehebatan sepak bola sebagai pemersatu lewat film ‘Cahaya dari Timur:Beta Maluku’ yang mengisahkan kehidupan di Maluku.

Dalam film yang digagas bersama Angga Dwimas Sasongko, Glenn berhasil menumpahkan sebuah cerita yang emosional dan menggugah penonton.

Kisah tentang tim sepak bola anak-anak yang dilatarbelakangi konflik antar Agama yang sempat pecah di Maluku pada tahun 2000. Kedua tim dengan latar belakang berbeda itu akhirnya bersatu lewat pembentukan tim pilihan yang berlaga di kompetisi nasional.

Semua pertikaian yang sebelumnya jadi masalah melebur dan menjadi damai lewat sepak bola. Dendam-dendam antar pemain dan juga golongan berhasil dikesampingkan demi kebanggaan membawa nama daerah di pentas nasional.

Baca Juga  Sambil Nangis, Pedangdut Dewi Sanca Akui Telat 3 Bulan Dengan Dokter Brondong

Sani Tawainella dan Josef Matulessy, dua pelatih dengan latar berbeda menjadi salah satu tokoh kunci di balik hadirnya persatuan lewat sepak bola ini.

Sani Tawainella dalam film tersebut adalah mantan pemain tim nasional U-15 yang sempat berlaga di Piala Asia tahun 1996. Ia punya cita-cita mulia menyudahi konflik di Maluku lewat sepak bola.

Film Cahaya dari Timur ini sendiri diangkat dari kisah nyata. Sejumlah pemain yang ada di dalam film berhasil menembus level nasional dan jadi bagian dari tim nasional. Alfin Tuasalamony dan Rizky Pellu adalah pemain yang akhirnya sukses jadi pemain tim nasional.

Glenn Fredly meninggal dunia pada Rabu (8/4/2020). Glenn Fredly meninggal dunia pada usia 44 tahun. (red/rtm/CNN)

Baca Juga  Banjir DKI & Banjir Nabi Nuh (1) Tabahkan Hatimu…
trailer Film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku
Link Banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed