GMKI Cabang Bacan Minta Polres Halsel Segera Tangkap Pelaku Pelecehan Anak di Sayoang

oleh -92 views
Link Banner

Porostimur.com – Labuha: Melihat kejadian kekerasan seksual terhadap seorang anak di bawah umur berusia 10 tahun yang terjadi di Desa Sayoang, Bacan Timur pada Senin, (13/9/21) lalu, GMKI Cabang Bacan mengaku menyesalkan kinerja Polres Halmahera Selatan yang dinilai lambat dalam menangani kasus tersebut.

Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Bacan, Halsel, Beatrich A. Nara S. P, meminta Polres Halsel untuk bertindak dengan professional, sebab bila tidak, maka peristiwa kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan tidak pernah mereda di Halsel, melainkan terus meningkat dari tahun ke tahun dan menjadi mimpi buruk bagi anak dan perempuan.

“Kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan menjadi sebuah masalah yang sangat besar, yang benar-benar harus diprioritaskan. Kita tidak boleh diam, jika kita diam orang-orang akan terus menormalisasikan tindakan-tindakan pelecehan terhadap anak dan perempuan dalam bentuk apapun”, terang Beatrich kepada Porostimur.com, Ahad (19/9/2021)

Baca Juga  Locatelli Datang, Persaingan Lini Tengah Juventus Memanas, Ramsey Rawan Ditendang

Ia dengan tegas meminta Polres Halmahera Salatan serius untuk menuntaskan masalah-masalah pelecehan dan kekerasan terhadap anak dan perempuan yang terjadi belakangan ini di Halsel.

“Segera mencari pelaku sampai ketemu, kemudian diproses secara hukum agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan hukum yang berlaku. Ini tindakan bejat yang tidak bisa ditolerir, karena sudah menyakiti korban secara fisik, mental dan emosional”, tegas Beatrich

“Saya berharap juga kepada semua pihak agar tidak memandang peristiwa ini dengan sebelah mata. Kita tidak boleh menyepelehkan kasus-kasus seperti ini dan menyalahkan korban, dan membiarkan korban hidup dengan trauma dan tidak bermakna”, imbuhnya.

Beatrich juga meminta kepada pihak DP3AKB Halsel agar dapat memberikan pendampingan, penanganan, pemulihan dan perlindungan hukum kepada korban.

Baca Juga  Empat Puisi Ancha Sapsuha

Menurut Bectrik, kasus kekerasan seksual itu sudah selesai bukan dilihat saat pelakunya dipenjara, namun saat korban sudah pulih dari traumanya dan menjadi seorang penyintas. (adhy)

No More Posts Available.

No more pages to load.