GMNI Demo Pertanyakan Status Negeri Adat di SBB

oleh -27 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Sejumlah aktivis mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesian (GMNI) melakukan unjuk rasa di depan kantor DPRD Maluku, Senin (30/11/2020).

Lebih kurang enam orang mahasiswa ini mendatangi rumah wakil rakyat di bilangan Karang Panjang, Ambon, sekitar pukul 11.30 WIT dengan membawa sejumlah pamflet yang bertuliskan DPRD Dapil SBB lalai , kami butuh fungsi kontrol dari DPRD Provinsi Maluku, Dapil Kabupaten SBB , dan satu lagi bertuliskan DPRD SBB tidak becus hilang fungsi hingga Save Ranperda tentang Penetapan Negeri Adat.

Salah satu peserta aksi, Fidris Gaus Sea mengatakan, anggota DPRD Maluku, Dapil Kabupaten SBB secepatnya harus melakukan koordinasi serta menegur DPRD Kabupaten SBB.

Baca Juga  Langgar Kode Etik, Dua Anggota Polres Halmahera Tengah Dipecat

“DPRD provinsi harus panggel bupati atau dalam hal ini pemerintah daerah SBB untuk menanyakan sudah sejauh mana proses pengesahan terkait dengan Ranperda yang sudah diidentifikasi. Jika sudah dilakukan revisi, maka harus dilihat mana yang dikategorikan sebagai negeri adat sesuai dengan 11 indikator yang sudah diperkecil menjadi 5 indikator itulah yang disebut negeri adat,” tegasnya.

Bahkan Fidris sempat berkata dalam orasinya di depan kantor DPRD Provinsi ” Dewan – dewan tidak becus , sampai sekarang ini belum bisa menyelesaikan masalah di kabupaten SBB. (valen)