GPM: Senandung Pengharapan Gereja Laut Pulau

oleh -17 views
Link Banner

Oleh: Pdt Rudy Rahabeat

Tiga kali hantaman gelombang menggetarkan buritan kapal, tanda gelombangnya bukan ketengan. Balik??? Tidak mungkin karena sang kapten bukan kaleng-kaleng. Loncat??? Coba saja kalaw berani.Dua-duanya bukan pilihan bijak. Menjawab PANGGILAN itu perlu komitmen dan nyali. Itulah “lman laut pulau”.

Demikian narasi singkat Sekretaris Klasis pulau Obi Maluku Utara, Pdt Gusty Agustinus Luhukay. Narasi ini meringkas dengan jitu dinamika dan problematika GPM sebagai gereja laut pulau yang membentang dari Maluku hingga Maluku Utara.

Barangsiapa yang mengaku sebagai pendeta GPM rasanya belum lengkap jika belum mendapat pengalaman dihantam badai dan gelombang hingga nyaris berkata “Guru, kita binasa”. Beta pernah punya pengalaman itu kala menerobos badai kencang di lautan dari perjalanan 75 mil laut Mayau Batang Dua Ternate menuju Bitung Sulawesi Utara tahun 2012.

Realitas laut pulau memberi tantangan sekaligus peluang bagi pembentukan formasi spiritual dan sosial umat Gelombang membuat iman jadi kuat. Sedangkan laut selain berisi aneka berkat Tuhan juga seturut alm.Pdt Wim Davidsz, laut itu mempersatukan bukan memisahkan.

Baca Juga  Giliran Polwan lakukan pengamanan masjid dan gereja

Memang gereja masa kini berhadapan dengan ancaman kerusakan laut dan pulau karena sampah, limbah minyak, pukat harimau dan eksploitasi laut yang rakus, dan sebagainya. Belum lagi masalah transportasi laut dan nasib para nelayan kecil.

Itulah arena pergumulan GPM sebagai gereja laut pulau. Dan meminjam diksi Pendeta Gusti di atas, dengan “iman laut pulau” kita hadapi semuanya dalam senandung pengharapan.

Bahwa GPM harus menjadi kekuatan civil society yang berkomitmen kuat untuk membela dan merawat kehidupan sebagaiman visi GPM 2016-2025 termasuk kehidupan laut pulau. GPM akan terus berdiri di garda terdepan untuk membela para nelayan kecil, petani pulau-pulau dan menyelamatkan flora dan fauna endemik serta aneka potensi lainnya di bumi raja-raja ini.

Baca Juga  Tren Aksesori 2021 Menarik yang Siap Jadi Statement Point untuk Gayamu

Dengan “Iman laut pulau” kita hadapi tiap badai dan gelombang serta yakin teguh bahwa bersama Sang Nahkoda sejati IA mampu meneduhkan badai dan membawa kita tiba di labuhan permai. Yesus tidak pernah janji lautan selalu teduh tapi IA berjanji besertamu hingga akhir zaman.

Mari panggayo (dayung) bersama dalam pelayanan dengan riang gembira. (*)