Gubernur Dukung Pembentukan Dewan Kebudayaan Maluku Utara

oleh -159 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Audensi Komite Dewan Kebudayaan Maluku Utara melakukan bersama Gubernur Maluku Utara di pimpin oleh Thamrin Ali Ibrahim sebagai Project Leader membacakan 9 poin rekomendasi putusan bersama yang digagas dalam Temu Wicara Seniman dan Kebudayaan yang bertujuan untuk menyamakan presepsi dari semua ekosistem kebudayaan yang berlangsung di Royal Resto Kota Ternate pada tanggal 30 Januari 2021 kemarin.

Adapun ke—9 poin tersebut adalah:

  1. Pembentukan Dewan Kebudayaan Daerah Maluku Utara
  2. Dewan Kebudayaan Daerah merupakan bagian dari amanat undang-undang
  3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan kebudayaan.
  4. Dewan Kebudayaan adalah lembaga yang diangkat oleh Gubernur dengan tugas memberikan rekomendasi kepada Gubernur dalam hal kebijakan Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan Maluku Utara.
  5. Dewan Kebudayaan sebagaimana dimaksud merupakan lembaga non struktural dan bertanggungjawab kepada Gubernur.
  6. Dewan Kebudayaan mempunyai tugas memberikan rekomendasi kepada Gubernur dalam hal kebijakan pemeliharaan dan pengembangan atau Pemajuan Kebudayaan Daerah yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan kebudayaan; Ranperda kebudayaan Provinsi Maluku Utara; Permen Dikbud Nomor 45 Tentang pedoman Penyususnan PPKD; Keputusan Gubernur Maluku Utara Nomor 315 Tentang Pokok Pikiran Kebudayaan Maluku Utara; Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya; Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah; Undang-Undang Nomor 66 Tahun 2015 tentang Museum; Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan; Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2007 Tentang Konvensi Untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda; Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 52 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pelestarian Dan Pengembangan Adat Istiadat Dan Nilai Sosial Budaya Masyarakat.
  7. Dewan Kebudayaan Daerah akan bersinergi dengan pemerintah daerah, kesultanan, perguruan tinggi, masyarakat, Swasta dan komunitas untuk bersama-sama memajukan kebudayaan daerah.
  8. Dewan Kebudayaan dapat meningkatkan indeks Pembangunan Kebudayaan Daerah Maluku Utara
  9. Dewan Kebudayaan Daerah dapat memajukan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata budaya.
Baca Juga  Perairan Pulau Rao -Tanjung Dehegila Morotai Ditetapkan Sebagai Kawasan Konservasi

Sementara M. Ridha Ajam, sebagai dewan pengarah menyampaikan bahwa Pembentukan Dewan Kebudayaan Maluku Utara sangat penting bagi pemajuan kebudayaan di Provinsi Maluku Utara sesuai dengan apa yang di rekomendasikan dalam naskah PPKD provinsi Maluku Utara. Ia juga berharap agar PPKD segera direvisi, mengingat saat ini PPKD telah selesai dibuat 8 Kabupaten/Kota yang awalnya terdiri dari 5 Kabupaten Kota.

Ridha juga menjelaskan Provinsi Maluku Utara telah memiliki draf Ranperda Kebudayaan, dengan demikian gagasan untuk membentuk Dewan Kebudayaan ini sangat tepat untuk pemajuan kebudayaan kedepan.

Link Banner

kebudayaan harus dipahami wujudnya sebagai komplek nilai-nilai dan gagasan yang isinya meliputi seluruh hakikat kehidupan. Oleh karena itu, menurut Muhammad Husni, Kepala Balai Pelestraian Cagar Budaya Maluku Utara, Maluku Utara sangat banyak memiliki budaya yang perlu dilestarikan bersama berbagai elemen. Cagar Budaya yang begitu banyak di Maluku Utara adalah bukti bahwa peran penting Maluku Utara dalam jaringan perdangan rempah 500 tahun yang lalu.

Baca Juga  Kepemimpinan Uniqbu Berganti, Muhammad Sehol Jabat Rektor

Audence tersebut mendapat respon positif serta dukungan penuh dari Abdul Gani Kasuba, Gubernur Maluku. Menurut Gubernur generasi muda saat ini harus mengetahui apa yang ditinggalkan oleh keempat kerajaan (Ternate, Tidore, Jailolo, Bacan) dimasa lalu. Kita memiliki budaya yang begitu banyak yang ditinggalkan oleh leluhur kita. Oleh karena itu, diharapkan Dewan Kebudayaan Malukuu Utara dmampu berperan lebih sebagai pemelihara dan pengembang kebudayaan kedepan.

Untuk di ketahui tahapan menuju kongres kebudayaan yang direncanakan pada pertengahan Maret nanti akan dibuka oleh Gubernur Malut dan dihadiri oleh Dirjen Kebudayaan dan menghadirkan bupati/walikota Se Malut dan seluruh seniman dan kebudayaan serta tokoh adat, tokoh agama dan 4 kesultanan di Maluku UtaraUtara. (red)