Gubernur Maluku dan Papua Diminta Fokus Rawat Pasien Positif Covid-19

oleh -112 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta Gubernur Maluku maupun Papua fokus menangani pasien positif Covid-19 di kedua daerah itu.

Pasalnya, kasus aktif Covid-19 di Maluku dan Papua terbilang masih tinggi jika dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia.

“Meskipun menduduki urutan terakhir pada kasus positif, dan kematian, namun, kasus aktifnya menduduki peringkat keempat atau sebesar 8,6 persen,” kata Wiku dalam keterangan pers seperti dikutip, Ahad (12/9/2021).

Salah satu cara untuk menangani kasus aktif Covid-19, menurut dia Gubernur Maluku dan Papua harus meningkatkan pelayanan kesehatan. Agar pasien yang terinfeksi Covid-19 bisa mendapatkan perawatan yang terbaik.

“Gubernur Maluku dan Papua diminta berfokus pada peningkatan pelayanan kesehatan, serta ketersediaan sarana dan prasarana fasilitas pelayanan kesehatan,” tuturnya.

Baca Juga  5 Fakta Marsekal TNI Hadi Tjahjanto Calon Tunggal Pengganti Panglima TNI Jenderal Gatot

Selain soal kasus aktif, Wiku juga tetap mengingatkan masing-masing Gubernur untuk memperhatikan kasus positif Covid-19 di masing-masing wilayahnya.

Adapun provinsi penyumbang kasus Covid-19 tertinggi dari keenam pulau di Indonesia, antara lain sebagai berikut.

  1. Pulau Sumatera: Riau 20,52 persen,
  2. Pulau Jawa-Bali: DKI Jakarta 30,38 persen,
  3. Pulau Kalimantan: Kalimantan Timur 45,41 persen,
  4. Pulau Sulawesi: Sulawesi Selatan 46,63 persen,
  5. Pulau Nusa Tenggara: NTT 69 persen,
  6. Pulau Maluku-Papua: Papua 40 persen

“Dimohon seluruh gubernur provinsi tersebut, supaya memperhatikan perkembangan di wilayahnya. Teruslah berupaya menekan semaksimal mungkin, agar kasus tidak semakin bertambah,” ucap dia.

Ia pun mengingatkan masing-masing kepala daerah untuk melakukan sinkronisasi data dengan pusat. 

Baca Juga  Melalui Operasi Kie Raha, Polres Kepsul Berhasil Musnahkan Ratusan Botol Minuman Keras

Dengan demikian, menurutnya data perkembangan Covid-19 di wilayah masing-masing akurat, seperti yang dilakukan Depok yang melakukan sinkronisasi 17 ribu kasus dalam satu minggu. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.