Gunakan akses internet, pelayanan masyarakat lebih dimudahkan

oleh -43 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Dengan adanya jaminan koneksi internet berkecepatan tinggi, maka akses di bidang pemerintahan maupun kesehatan dan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia bisa lebih dipersingkat.

Hal ini ditegaskan Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara, saat menghadiri Konferensi Musik Indonesia, bertempat di Taman Budaya Ambon, Kamis (8/3).

Indonesia sendiri, akunya, memiliki lebih dari 10 ribu unit pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), namun 3 ribu diantaranya belum terhubung dengan internet.

Jika ada masyarakat yang sakit dan tidak bisa ditangani di Puskesmas, jelasnya, akan dirujuk ke RSUD setempat.

Namun dalam kondisi ini, tegasnya, hanya pasien yang menuju ke rumah sakit dengan menggunakan ambulance.

”Pemikirannya adalah, kalau sekarang masyarakat di desa ada yang sakit, di bawa ke Puskesmas, itu ditanya macam-macam. Diminta foto kopi kartu keluarga, KTP, dibuat medical record. Kalau dari Puskesamas tidak bisa menangani harus dibawa ke RSUD. Di bawa ke RSUD dia bawa tumpukan dokumen. Dibawa lagi, dikasih lagi, ditanya lagi,” beber Rudiantara.

Baca Juga  Tangani Gunung Botak, Forkopimda siapkan 4 solusi

Sementara medical recordnya, semua copy dokumennya tidak diperlukan lagi, karena sudah bisa diakses via internet.

Begitupun tenaga dokter, akunya, sudah menunggu di depan pintu rumah sakit dan pasien bisa langsung mengambil ruangannya.

Di lain sisi, tegasnya, seperti bidang pemerintahan, khususnya kantor desa sudah harus terhubung dengan internet, sehingga berbagai urusan pemerintahan bisa ditangani melintasi jarak dan waktu, tanpa harus dipusingkan dengan masalah berkasnya.

”Kita punya 75 ribu kantor desa, 25 ribu belum ada internet. Kita harus hubungkan dengan internet. Caranya bagaimana? Ini kebijakan keberpihakan lagi kepada masyarakat, kepada dunia pendidikan, kepada dunia kesehatan, kantor Polsek, kantor Koramil, semuanya sudah harus terhubung dengan internet,” tegasnya.

Baca Juga  Kekerasan berpacaran, intel gadungan dipolisikan

Memenuhi target dimaksud, jelasnya, pemerintah merencanakan membangun satelit yang bisa menghubungkan lebih dari 150 ribu titik di Indonesia.

Dimana, satelit dimaksud merupakan satelit hight satelit atau satelit internet kecepatan tinggi, yang jatuh untuk pertama kali, kecepatanya 10 megabit per second.

”Ini satelit pertama. Lalu satelit kedua, diharapkan tahun berikutnya. Jadi pertama kali satelitnya itu akan berada di udara tahun 2021 atau awal tahun 2022. Setahun berikutnya muncul satelit berikutnya, kapasitasnya sama sehingga tahun berikutnya mungkin akan ditambah 20 megabit per second. Ini yang akan kita hubungkan semua sekolah 20 megabit per second,” terangnya.

Dengan mengorbitnya kedua satelit dimaksud, tambahnya, berbagai urusan pemerintahan, hingga kesenian sekalipun, dapat tertangani secara cepat dengan hanya menggunakan akses internet atau melalui teknoplogi digital saja.

Baca Juga  Assagaff kunker pendidikan ke Kabupaten SBB

”Itu yang kita inginkan Indonesia ini berubah mulai dari pendidika. Dan itu bisa dimanfaatkan juga untuk kebudayaan, untuk seni, musik dan lain sebagainya. Kita mulai dari pendidikan dasar,” pungkasnya. (keket)