Hadiri Rapat Kerja Dengan DPRD Maluku, Sekprov Bilang Vaksinasi Mulai 15 Januari

oleh -49 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Tim Pengawasan Pelaksanaan Penanganan COVID-19 DPRD Provinsi Maluku menggelar rapat kerja dengan Tim penanganan COVID-19 provinsi Maluku, dalam rangka membicarakan persiapan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Provinsi Maluku dan pertimbangan pengalihan jenasah yang bukan warga kota Ambon ke Pemerintah Provinsi Maluku di Ruang Paripurna DPRD Provinsi Maluku, Senin (11/1/2021)

Rapat tersebut dihadiri oleh Sekda Provinsi Maluku Kasrul Selang, perwakilan Dinas Kesehatan dan anggota DPRD Provinsi Maluku.

Usai rapat, Sekda Provinsi Maluku Kasrul Selang memberi penjelasan kepada awak media terkait vaksinasi yang akan dilaksanakan nanti.

“Sampai hari ini kan ada dua hal kita baru dapat izin distribusi ya belum dapat izin penyuntikan. Izin penyuntikan ini mungkin dia harus melewati dua persyaratan utama yang pertama kehalalan dari MUI, kemudian yang kedua izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari BPOM. Kehalalannya sudah keluar dari MUI tinggal EUA keluar baru kita izin penyuntikan,” ungkap Kasrul.

“Kenapa didistribusi secepatnya ke ibukota-ibukota provinsi, supaya pada saatnya secara serentak itu bukan berarti tanggal 15 langsung semua selesai, tidak begitu ya. Jadi akan disuntik pertama itu tanggal 15 untuk katong di Provinsi Maluku ini, nanti kan lagi baru diikuti tenaga-tenaga kesehatan yang sesuai dengan persyaratan,” imbuhnya.

Baca Juga  Masalah SMAN 29 Halsel Tak Kunjung Selesai

Selain itu Kasrul juga menjelaskan tentang data tenaga kesehatan yang sudah didapatkan dan aturan untuk pegawai puskesmas yang akan divaksin.

“Nah, semua tenaga kesehatan sampai hari ini sudah mendata di sistemnya itu dari sekian 14.500-an itu sudah 93% hampir 14.000 berarti 13.500-an. Dari 13.500-an itu 83% sudah punya nomor kontak, jadi harus punya nomor kontak kalau dia tidak punya nomor kontak berarti nomor kontak keduanya supaya dia dapat notifikasi kapan dilakukan vaksinasi. Yang berikut petugas di Puskesmas yang diatur kapan divaksin itu oleh Kepala Puskesmasnya, jadi kalau Puskesmas itu ada 20 orang jangan langsung 20 yang divaksinasi jadi harus 10 orang dulu baru 10 yang berikut,” katanya.

“Jarak dari vaksin pertama dan yang kedua itu 14 hari, kita dapat 15.120 botol itu untuk satu kali suntik dan beberapa hari ke depan ini akan dikirim lagi 16.000 botol itu yang kita dapat beritanya dari sana, jadi tidak perlu khawatir ya,” ulasnya.

Baca Juga  Sabtu Besok, Jamaah Haji Asal Maluku Utara Mulai Tiba di Ternate

Sekda pun menjelaskan tentang Meja 4,” Dari curlum yang ada di provinsi sampai ke vision care yang ada di puskesmas itu kita sudah bahas dengan teman-teman di kabupaten, begitu juga dengan KIPI nya (kejadian ikutan pasca imunisasi) kita itu ada meja 4 yang pertama itu ada meja registrasi ulang, meja kedua itu katong skrening, petugas akan skrening,” ungkapnya.

“Disitu akan ditanya-tanya misalnya pertama mungkin periksa suhu dan kedua periksa tekanan darah dan nadi, kemudian ditanya-tanya ada penyakit komorbid yang tidak terkendali misalnya ada konsumsi obat secara rutin untuk hipertensi atau DM atau yang lain setelah itu baru ke meja 3 dilakukan penyuntikan dan di meja ke 4 melihat KIPI-nya. KIPI ini dibagi ada yang ringan dan berat jadi mudah-mudahan ini berjalan dengan lancar dan seterusnya,” imbuhnya. (valen)