Sebagai imbalan atas jenazah masing-masing tawanan, Israel akan melepaskan jenazah 15 warga Palestina yang tewas dalam perang Gaza 2014 dan jenazah mereka saat ini masih ditahan.
Sebagian besar jenazah tahanan Palestina yang diserahkan menunjukkan tanda-tanda penyiksaan berat, serta kelaparan dan kelalaian medis. Beberapa bahkan meninggal karena mati lemas.
Sementara itu, terdapat 9.500 warga Palestina yang hilang akibat dibunuh oleh tentara Israel dan jenazahnya masih tertimbun reruntuhan, menurut Kantor Media Gaza, yang dikutip kantor berita Anadolu.
Lebih dari 10.000 tahanan Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan, masih ditahan di penjara-penjara Israel.
Mereka menderita penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis, dan banyak yang telah meninggal, menurut laporan hak asasi manusia dan media Palestina dan Israel.
Pelanggaran Israel
Berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober, tentara Israel ditempatkan kembali di belakang apa yang disebut “garis kuning”, yang memberinya kendali atas lebih dari separuh Jalur Gaza.
Israel telah berulang kali melanggar perjanjian tersebut dengan menembaki warga sipil Palestina di wilayah yang tidak dikuasainya berdasarkan kesepakatan tersebut, sementara Hamas telah mengumumkan komitmen penuhnya terhadap ketentuan perjanjian dan mendesak AS menekan Israel agar mematuhinya, Anadolu melaporkan.









