Hamil 6 Bulan Karena Terbui Janji Manis, Indri Malah Ditinggal Sang Kades

oleh -84 views
Link Banner

Porostimur.com | Jailolo: Ibarat pepatah “habis manis sepah dibuang”. Pepatah tersebut setidaknya patut dialamatkan terhadap Kades Akeara Kecamatan Jailolo Selatan OS alias Okto. Betapa tidak, bukanya mempertanggung jawabkan benih cinta akibat hubungan terlarang bersama seorang wanita asal Desa Tewe bernama Indri (22), dia justru lari dari kenyataan dengan tidak mau bertanggung jawab atas janin yang telah memasuki usia enam bulan.

Tidak terima dengan sikap kades yang enggan mempertanggung jawabkan perbuatannya, keluarga perempuan akhirnya mengadukan ulah kades kepada kepala adat desa Akeara pada Sabtu (30/11) kemarin, dengan harapan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Dihadapan kepala adat Yusak Saban, Indri mengaku, telah menjalin asmara bersama Okto selaku kades kurang lebih sebelas bulan.

Baca Juga  Didemo, 47 Anggota Majelis Rakyat Papua Tertahan di Bandara Wamena

Okto menurutnya, sebelumnya bahkan melontarkan kata siap bertanggung jawab, serta siap meletakan jabatan selaku kades untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya.

Bukan hanya itu, dia bahkan di diberikan jaminan sejumlah surat-surat berharga seperti ijazah dan sertifikat penting lainya, sebagai bukti dirinya siap bertanggung jawab atas bayi yang tengah dikandung oleh dirinya.

Dia bahkan siap dimadu oleh Okto yang telah memiliki istri dan seorang anak. Namun sat perutnya kian membesar, Okto justru menghindar dan tidak pernah lagi memberikan kabar kepada dirinya untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya itu.

Yusak Gogomo selaku orang tua Indri mengaku, merasa kecewa atas tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh Okto yang enggan mempertanggung jawabkan perbuatanya itu.

Orang tua Okto menurutnya, bahkan sempat bertandang kerumahnya untuk
meminta maaf atas perbuatan anak mereka.Namun dilain pihak, tidak ada kejelasan terkait kelanjutan pertanggung jawaban Okto.

Baca Juga  Mailoa : Sumpah Pemuda, refleksi perjuangan rakyat

“Orang tuanya hanya menyampaikan permintaan maaf, tanpa ada kepastian atas perbuatan anak mereka jika penyelesaian secara kekeluargaan melalui kepala adat juga tidak ada penyelesaian, maka kami akan tempuh jalur hukum dengan melaporkan ke pihak yang berwajib,” tegasnya.

Okto yang dikonfermasi wartawan via telpon seluler justru mengelak atas tudingan menghamili seorang wanita asal Desa Tewe itu.

Dia menegaskan informasi yang disampaikan tersebut masih simpang siur. Dia mengaku, mengenal wanita tersebut kala itu, masih berdomisli di Kota Sorong dan sementara tersandung kasus hukum, yang kemudian di berikan bantuan hukum oleh dirinya yang juga berprofesi sebagai pengacara.

“Jadi waktu itu, katanya dia mau pulang dibulan Desember, karena tersangkut kasus hukum pornografi, dan meminta bantuan agar saya dapat melakukan pendampingan hukum. Soal tudingan itu, tanya langsung ke yang bersangkutan,”ujarnya.

Baca Juga  Hari ini Walikota Presentasi ‘Ambon Kota Musik’ pada Anugerah Kebudayaan PWI

Dia bahkan mengaku siap menghadapi tudingan tersebut jika dilaporkan ke pihak yang berwajib.

Okto mempersilahkan wartawan untuk mempublikasi kasus yang menimpanya tersebut, seraya mengancam wartawan yang mempublikasikan kasus tersebut bakal dilaporkan. (zhulijah)