Hampir Setahun Kapal MV Nur Allya Hilang di Laut Halmahera

oleh -103 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Hampir setahun kapal MV. Nur Allya hilang kontak di Laut Halmahera, Maluku Utara. Hingga kini keluarga anak buah kapal (ABK) masih bertanya-tanya mengenai keberadaan kapal kargo tersebut.

Salah satunya Fajar Merry Saputro. Adiknya bernama Hari Yanto bekerja sebagai juru mudi di kapal MV Nur Allya.

“Harapan kami kalau di duga tenggelam bisa dibuktikan, kalau memang tidak tenggelam, semoga crew MV Nur Allya dalam lindungan-Nya,” kata Fajar seperti dilansir darilaut.id, Sabtu (25/7/2020).

Fajar mengaku hingga kini, keluarganya belum mendapat informasi kejelasan MV Nur Allya. Kapal berbendera Indonesia dengan muatan nikel ini, hilang kontak pada 20 Agustus 2019 di Laut Halmahera.

Link Banner

Kapal milik perusahaan PT Gurita Lintas Samudera (GLS) tersebut hilang ditelan misteri dengan awak sebanyak 25 orang, salah satunya Hari Yanto.

Baca Juga  Perempuan Muslim di Gaza Tebarkan Keceriaan Natal
Hari Yanto, juru mudi kapal MV Nur Allya. FOTO: ISTIMEWA VIA FAJAR MERRY SAPUTRO

Kapal berlayar dengan rute Pulau Weda, Maluku Utara tujuan Pelabuan Morosi, Sulawesi Tenggara.

Setelah hilang kontak, pencarian dilakukan dengan mengerahkan berbagai lembaga dan instansi terkait seperti Basarnas Ternate, Direktorat Komunikasi Basarnas Pusat, Direktorat Polairud Polda Maluku Utara, perusahaan pemilik kapal, dan Bakamla Pusat.

Area pencarian dipusatkan di perairan Maluku Utara, yang menjadi titik koordinat awal kapal tersebut terpantau. Tim menyisir perairan laut Obi, Maluku Utara dan perairan Pulau Buru, Maluku. Termasuk jalur pelayaran kapal di perairan Obi, Sanana, Taliabu, dan perairan Morosi.

Hasil pencarian yang berlangsung hingga September 2019, nihil. Terdapat dugaan kapal MV Nur Allya tenggelam di perairan sekitar Laut Halmahera di kedalamam 843 meter di bawah permukaan laut.

Baca Juga  Nasib Oknum Anggota dan Ketua DPRD Taliabu Bagai Telur di Ujung Tanduk

Namun, belum ada bukti bahwa kapal MV Nur Allya tenggelam di kedalaman tersebut.

Proses pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan telah dilakukan sejak 23 Agustus hingga 9 September. Kemudian monitoring dilakukan hingga 26 September.

Basarnas dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), kemudian membuka kembali operasi SAR gabungan. Data-data dikumpulkan tim SAR gabungan sejak 27 September hingga 1 Oktober 2019.

MV Nur Allya adalah kapal kargo raksasa buatan perusahaan Jepang Sanoyas Hishino Meiso Corp pada 2002, dengan kapasitas 52.400 deadweight tonnes (dwt).

Artinya, kapal ini mampu mengangkut beban hingga 52.400 ton, tidak termasuk berat kapal itu sendiri yang mencapai 8.394 metrik ton.

Di bulan Juli ini, upaya pencarian kembali kapal kargo MV Nur Allya dilakukan melalui survei kelautan. Tim melibatkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), bersama KNKT dan PT GLS.

Baca Juga  3 Hari Belum Ditemukan, Imran Lolori Kasih Bantuan ke Keluarga Zet Brani

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, BPPT akan memberikan dukungan penuh untuk pencapaian target kerjasama ini. Terlebih misi ini adalah mengemban tugas dan tanggung jawab nasional melalui KNKT.

Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT, M Ilyas mengatakan, survei kali ini menggunakan wahana Kapal Riset Baruna Jaya IV yang dilengkapi beberapa peralatan canggih seperti Multi Beam Echosounder (MBES).

Selain itu kapal juga dilengkapi, Marine Magneto Meter, Side Scan Sonar, USBL, ROV dan peralatan survei lainnya.

Survei berlangsung pada 11 hingga 26 Juli 2020 besok. (red/rtm/darilaut)