Hanubun: Jangan Kaitkan Politik Dalam Proses Pembangunan Sarana Ibadah

oleh -58 views
Link Banner

Porostimur.com | Langgur: Gotong-royong bukan sesuatu yang baru bagi masyarakat Maluku Tenggara, karena sebelum Presiden Soehato mencangkan kerja gotong royong, di Kei sudah ada sejak leluhur dengan sebutan Maren, yang saat ini nama dipakai oleh Pemerintah Kota Tual.

Hal ini diungkapkan Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun saat menghadiri pengecoran dek Masjid Al-Amin, Ohoi Mataholat, Sabtu (4/9/2021).

Hadir dalam pengecoran tersebut Walikota Tual, Adam Rahayaan dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta OPD lingkup Pemda Malra.

Hanubun menegaskan, bukti kerja Maren dapat terlihat pada saat ini di mana hadir masyarakat yang turut bekerja bukan hanya dari Ohoi Mataholat tetapi dari ohoi lain tanpa mengenal suku dan agama.

“Jangan jadikan perbedaan sebagai jurang pemisah, akan tetapi perbedaan hadir untuk memperkaya khasana pola pikir untuk berbuat sesuatu yang berarti bagi daerah,” tukasnya.

Baca Juga  Pemerintah Ohoi Revav Sosialisasi Perda Pemilihan Kepala Ohoi

Hanubun menegaskan, kedepan sarana-sarana ibadah seperti masjid dan gereja akan menjadi tanggung jawab pemeritah daerah bersama dengan masyarakat untuk terus membangun tempat ibadah dimaksud.

Hanubun juga mengingatkan panitia agar dalam proses pembagunan masjid jangan sekali-kali merasa lelah atas tenaga dan pikiran karena suatu kebaikan akan mendapat ganjaran di mata Allah SWT.

“Meski kita berbeda akan tetapi kita disatukan dengan tempat ibadah seperti masjid dan gereja. Jangan kaitkan kepentingan politik dalam proses pembangunan sarana ibadah, karena ini rumah Allah SWT,” tegas Hanubun.

“Jangan membangun jurang pemisah serta kebencian di daerah ini, hendaknya mengedepankan rasa kasih sayang di antara kita,” imbuhnya.

Baca Juga  "Obituari Untuk Haji Bur"

Hanubun menargetkan, pada akhir tahun ini proses pembangun Gedung Masjid Al-Amin Mataholat akan rampung. (saad)

No More Posts Available.

No more pages to load.