Hanubun: Malra Siap Jadi Tempat Budidaya Rumput Laut

oleh -56 views
Link Banner

Porostimur.com | Langgur: Luas wilayah Kabupaten Maluku Tenggara 4. 212, 35 kilometer terdiri dari darat 1.031, 81 kilometer dan laut 3.180,73 kilometer dengan jumlah pulau 68, yang dihuni 8 pulau.

Hal ini disampaikan Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, pada rapat koordinasi dengan Tim Kementerian Maritim di ruang rapat kantor Bupati Malra, Senin (23/8/2021).

Hanubun menegaskan, populasi penduduk Maluku Tenggara saat ini berjumlah 121,511 jiwa berdasarkan data BPJS dan data Capil berkisar 147, 843 jiwa. Untuk itu dari letak geografis wilayah dan jumlah penduduk sangat dominan jika Malra dijadikan sebagai tempat budi daya rumput laut.

Hanubun dalam pemaparanya menjelaskan, lokasi untuk wilayah budi daya terbagi pada dua wilayah, yakni Kei Kecil dan Kei Besar.

Kawasan budidaya rumput laut di Kei Kecil yang luas lahan potensial seluas 7.773 hektar, yang sudah dimanfaatkan 781, 69 hektar, dan yang belum dimanfaatkan 6.991, 31 hektar.

Baca Juga  Hanubun Minta Dinas Koperasi dan UKM Buat Inovasi Baru Dalam Dunia Perkoperasian

Begitu pula dengan Kei Besar yakni, lahan potensial 929 hektar, yang sudah dimanfaatkan 64, 7 hektar sementara yang belum dimanfaatkan 864, 3 hektar.

“Target Pemda Malra pada tahun 2022 nanti akan mengelola lahan seluas 3000 hektar dengan jumlah 12.000 orang di mana akan dibagi 4 orang akan mengelolah 1 hektar,” papar Hanubun.

Sementara untuk produksi sendiri ditargetkan 2.100 kilogram per hektar.

Hanubun bilang, untuk panen sendiri Pemda Malra menargetkan sekali panen mencapai 6.300.000 kilogram atau 6.300 ton.

“Target pencapain ini, jika dalam enam kali panen maka sudah mencapai 37.800.000 kilogram atau 38,800 ton, sehingga dampak ekonomi akan sangat membantu,” terang Hanubun.

Jumlah penduduk miskin pada tahun 2020 sesuai data BPS, 27,425 jiwa atau sebesar 22,57 persen, diperkirakan turun mencapai 26,702 persen pada tahun 2022 nanti.

Baca Juga  Jelang HUT Ke-18, Danrem 151/Binaiya Pimpin Aksi Bersih Pantai dan Laut

“Namun hal ini jika pengembangan rumput laut dilaksanakan pada tahun 2022 maka akan mengurangi angka kemiskinan sebesar 24.188 jiwa, atau jumlah penduduk miskin hanya 2.514 jiwa, atau 2, 06 persen sehingga sudah barang tentu telah melampaui target yang direncanakan dalam RPJMD tahun 2023 nanti,” ungkap Hanubun.

Selain itu dari sisi pendapatan para petani rumput laut yakni pendapatan perkapita tahun 2020 mencapai 26. 832.000 juta rupiah diperkirakan naik mencapai 29.161.000 pada tahun 2022 nanti.

Namun jika program pengembangan rumput laut ini dilaksanakan pada tahun 2022 maka akan meningkatkan pendapatan perkapita penduduk menjadi 33.198,000 juta rupiah, atau naik sebesar 12,16 persen atau pendapatan perkapita penduduk naik menjadi 12,16 persen atau 4.037.000.

Baca Juga  Bupati dan Forkopimda Malra Sambut Kunjungan Kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Disisi lain menurutnya, jumlah pengangguran sesuai data BPS tahun 2020 sebanyak 2.286 orang atau 4,95 persen, diperkirakan turun mencapai 1,703 persen orang atau turun 3,67 persen.

“Angka ini akan turun jika pada pengembangan rumput laut pada tahun 2022 di pastikan akan mengurangi angka penggangguran sebanyak 407 orang, atau turun mencapai 1, 296 orang nganggur atau dengan presentasi sebesar 2,79 persen,” pungkas Hanubun. (saad)

No More Posts Available.

No more pages to load.