Hanubun: Menyelami Bukan Mencari Perbedaan, Melainkan Cari Persamaan

oleh -45 views
Link Banner

Porostimur.com, Langgur – Kesejahteraan masyarakat perlu menjadi proritas di setiap daerah, bukan hanya menjadi tanggungan pemerintah, namun sudah menjadi tanggung jawab bersama.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun dalam sambutanya pada sidang Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Ke-45 yang berlangsung di Kecamatan Kei Besar, Minggu (24/4/2022).

Ditegaskan, bonum commune atau dengan kata lain, upaya gereja dalam mensejahterakan seluruh umat kristiani, tidak terlepas dari upaya mensejahterakan seluruh umat manusia.

Hanubun mengakui bahwa bonum commune merupakan satu ajaran yang paling hakiki yang ada di muka bumi ini, di mana dalam agama islam juga dikenal dikenal dengan “Rahmatal Lil Alamin”.

Lebih lanjut dikatakan, pemerintah harus dan tetap bergandengan tangan, bersinergi membangun kebersamaan, lebih khusus dengan institusi Gereja Protestan Maluku di tanah Kei ini demi mencapai kesejahteraan bersama.

Hanubun menegaskan, pemerintah daerah sejak kepemimpinan dirinya telah menterjemahkan serta berupaya semaksimal mungkin dalam upaya kesejahteraan bersama.

Baca Juga  Inpex Masela Ltd dan PT PGN Tbk Teken Nota Kesepahaman Jual Beli Gas dari Blok Masela

“Kenyataanya, sampai detik ini secara perlahan dari sisi infrastruktur secara perlahan mulai terasa, sehingga ketimpangan di Kecamatan Kei Besar, mulai terlihat seperti listrik 24 jam, yang di rindukan selama ini,” ujar Hanubun.

“Adapun kehadiran jaringan telekomunikasi berbasis internetan sudah mencapai 80,12% di wilayah Kei Kecil, sementara Kei Besar sudah mencapai 79,23%, ini patut di syukuri,” imbuhnya.

Hanubun bilang, memang kondisi ini belum sepenuhnya seperti Kei Besar Utara Timur dan Barat yang bukan hanya menghadirkan jaringan internetan di wilayah blank spot, melainkan penguatan jaringan pada wilayah yang terasa lemah jaringannya.

Selain itu jalan lingkar Kei Besar sepanjang 106 kilometer yang telah diakomodir dala RPJMN 2020-2025 sudah dikerjakan dan pada tahun 2022 ini akan dilanjutkan lagi pekerjaannya.

“Menjadi sebuah kebanggaan dan cita-cita di mana besar harapan pekerjaan lingkar Kei Besar ini akan terselesaikan pada tahun 2024 nanti,” harapnya.

Begitu pula dengan kebutuhan air bersih yang kini sudah dinikmati oleh dan dirasakan oleh masyarakat Kei Besar.

Baca Juga  Pantai Ohoidertawun, Hamparan Keindahan di Pulau Kei Kecil, Maluku Tenggara

Hanubun menegaskan, apa yang diupayakan pemerintah daerah saat ini adalah ingin menciptakan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat Malra, baik di Kei Kecil maupun di Kei Besar, sehingga tidak lagi terjadi kesenjangan sosial, namun yang ada hanyalah kesamaan.

Dalam persidangan GPM Ke 45, Hanubun menitipkan kalimat ” bagaimana menghadirkan dialog yang harmonis antar komunitas Agama di tanah Kei ini.

“Berbeda dalam beragama, sama dalam Bhineka Tunggal Ika, hidup perbanyak cari persamaan bukan cari perbedaan, demi kesejahteraan yang hakiki,” terangya.

Hanubun berharap, dengan dialog mampu memberikan kontribusi positif terhadap kemajemukan kehidupan antar umat beragama.

“Begitu pula pemerintah daerah saat ini, di mana hadir dan melayani bukan hanya satu agama saja melainkan untuk semua, sehingga tidak ada lagi kesenjangan antara sesama pemeluk dengan semboyan “Kasih menembus perbedaan”, tegasnya.

Pada kesempatan yang juga dihadiri pimpinan dan anggota DPRD itu, Hanubun menyampaikan terimakasih kepada para wakil rakyat, karena dengan komunikasi yang baik maka APBD dapat dimaksimalkan untuk berbagai pembangunan sarana peribadatan maupun dukungan terhadap kegiatan keagamaan untuk semua agama tanpa ada perbedaan.

Baca Juga  Aktifitas Tambang Pasir Ilegal di Kota Bitung Mulai Beroperasi

“Sebagai pemberitahuan bahwa pada tahun ini dan tahun depan akan di resmikan sarana ibada baik Gereja Protestan, Khatolik dan Masjid bagi Muslim, dan kegiatan ini akan berjalan terus hingga masa akhir purna bakti 2023,” papar Thaher.

“Selain itu sebuah gedung yang menjadi kebanggan umat Protestan yakni pembangunan gedung Pesparawi yang saat ini dalam masa penyelesaian pagar serta pelatarannya,” sambungnya.

Hanubun berharap, dengan momemtum ini menjadikan dialog internal guna menghadirkan wajah baru dalam keterlibatan umat kristiani dalam menunjang persaudaraan sejati untuk membangun Malra yang lebih hebat, serta pikiran konstruktif dan merekomemdasikan pikiran pada pemerintah. (Saad)

No More Posts Available.

No more pages to load.