Hari Ini Maluku Nihil Kasus Baru Corona, Total Pasien Positif Masih 160 Orang

oleh -60 views
Link Banner

Porostimur.com| Ambon: Sehari pasca merayakan hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah, jumlah kasus positif Covid-19 di Maluku masih tercatat 160 orang, artinya per hari ini, Senin (25/5/2020) tidak ada penambahan kasus baru, alias nihil.

Sementara pasien sembuh juga masih sama dengan sebelumnya yaitu 27 orang dan meninggal 7 orang.

Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Maluku melalui Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Maluku, jumlah kasus terkonfirmasi atau positif terpapar corona, sembuh, meninggal hingga jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Maluku masih sama seperti sehari sebelumnya.

“Update harian total kasus terkonfirmasi sebanyak 160 kasus, dalam perawatan 126, sembuh 27 dan meninggal 7 orang,”jelas Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Maluku, Melky Lohy dalam rilisnya Senin (25/5/220) malam.

Link Banner

Sementara untuk jumlah PDP sebanyak 27 orang. Rinciannya 21 orang di Kota Ambon, 5 orang Kabupaten Maluku Tengah dan 1 orang Kabupaten Buru Selatan.

Sedangkan ODP sebanyak 53 orang, rinciannya 52 orang dari Kota Ambon dan 1 orang dari Kabupaten Seram Bagian Timur.

Baca Juga  Muspida cetuskan pembentukan tim gabungan pengamanan Gunung Botak

Dalam rilis tersebut juga, Lohy menyampaikan penomoran kasus terkonfirmasi 160 yang sebelumnya sudah diumumkan pada 24 Mei 2020 atau sehari lalu namun belum diketahui nomor atau kodefikasi dan inisialnya.

“Penambahan kasus pada 24 Mei inisial W (52) perempuan, nomor kasus atau kodefikasi ke-160,”tandasnya. 

Semantara itu, secara nasional, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, berdasarkan laporan dari seluruh provinsi di Indonesia, jumlah pasien terkonfirmasi positif periode hari ini sampai pukul 12.00 WIB bertambah sebanyak 479 orang sehingga totalnya menjadi 22.750 kasus. Sementara, pasien meninggal bertambah 19 orang, sehingga total 1.391 orang.

“Dari konfirmasi kasus positif ada 240 orang yang sudah sembuh, sehingga bertambah, sehingga totalnya menjadi 5.642 orang,” kata Achmad Yurianto saat konferensi pers di Graha BNPB Jakarta, Senin (25/5/2020).

Yuri menjelaskan, dengan penambahan kasus yang terus bertambah membuktikan bahwa penyebaran kasus vitus terus terjadi.

Baca Juga  Ikram Umasugi Tidak Netral dalam Menyuarakan Kasus Pada Beberapa Kabupaten Kota

Saat ini kata dia, jumlah orang dalam pemantaun (ODP) sebanyak 49.361 dan pasien dalam pengawasan (PDP) 12.342. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 405 kabupaten/kota di Tanah Air.

“Ini menjadi beban kita. Oleh sebab itu mari kita rubah paradigma kita. Kita mulai produktif namun aman dari Covid-19. Ketentuan-ketentuan sudah dibuat oleh pemerintah,” jelas Yuri.

Lebih lanjut, sebaran kasus sembuh dari 34 provinsi, DKI Jakarta tertinggi yakni 1.655, Jawa Timur sebanyak 489, kemudian Jawa Barat 479, Sulawesi Selatan 462, Bali 295, dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 5.642 orang.

“Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis,” ungkapnya. 

Kemudian, lima provinsi dengan angka kasus positif terbanyak adalah Provinsi DKI Jakarta dengan total kasus 6.709 disusul Jawa Timur sebanyak 3.886 Jawa Barat 2.113, Sulawesi Selatan 1.319, Jawa Tengah 1.311, dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 22.750 orang.

Baca Juga  De-Gusdurisasi dan Kolor Kekuasaan

Selanjutnya Gugus Tugas merincikan akumulasi data positif Covid-19 lainnya di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh 19 kasus, Bali 396 kasus, Banten 789 kasus, Bangka Belitung 39 kasus, Bengkulu 69 kasus, Yogyakarta 226 kasus.

Selanjutnya di Jambi 97 kasus, Kalimantan Barat 175 kasus, Kalimantan Timur 276 kasus, Kalimantan Tengah 310 kasus, Kalimantan Selatan 602 kasus, dan Kalimantan Utara 164 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 154 kasus, Nusa Tenggara Barat 478 kasus, Sumatera Selatan 812 kasus, Sumatera Barat 478 kasus, Sulawesi Utara 239 kasus, Sumatera Utara 315 kasus, dan Sulawesi Tenggara 215 kasus.

Adapun di Sulawesi Tengah 121 kasus, Lampung 116 kasus, Riau 111 kasus, Maluku Utara 107 kasus, Maluku 160 kasus, Papua Barat 130 kasus, Papua 557 kasus, Sulawesi Barat 86 kasus, Nusa Tenggara Timur 82 kasus, Gorontalo 58 kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 21 kasus. (red/rtm/bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *