Hasil Promosi Pemda KKT ke Belanda Belum Nampak

oleh -203 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Pada tahun 2018 Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulaun Tanimbar ( Pemda KKT) berangkat ke Belanda dengan tujuan mempromosikan Tenun Ikat dan Tarian Tradisional kepada masyarat Eropa dan seluruh dunia dengan maksud agar para investor tertarik dan bisa berinvestasi di Kabupaten Duan Lolat itu.

Sayangnya promosi itu disusupi dengan kepentingan pribadi dan keluarga, bahkan sejumlah personil yang ada penari dan penenun tidak berangkat ke Belanda dan diganti namanya dengan 3 anak Bupati KKT, Pice Fatlolon, hal ini di katakan salah satu anak Tanimbar yang kini beracara di tanah Papua, Is Wuritimur.

Lanjut Wuritimur,sesuatu yang dilakukan oleh Pemda KKT selalu diberikan apresiasi sepanjang untuk kepentingan masyarakat, tetapi kemudian untuk kepentingan keluarga dan pribadi dan itulah yang dikritik.

Baca Juga  Sambut HUT Bhayangkara, Ke 74 Polres Buru Bagi 740 Paket Sembako

“Sebagai masyarakat kami lihat sampai sudah 2 (dua) tahun belum ada satupun investor yang melirik apa yang dilakukan Pemda KKT di Belanda dengan menghabiskan dana miliaran rupiah,” tandas Wuritimur.

Lanjut Wuritimur, sebenarnya untuk mempromosikan potensi yang ada di Kab. KKT dengan era digital sekarang tidak perlu mendatangi negara atau daerah tertentu, karena ada berbagai media yang bisa dimanfaatkan baik media elektronik dan media cetak yang ada baik daerah maupun nasional.

“Kedepan untuk promosi mestinya Pemda Kab. KKT dapat menyurati beberapa media cetak dan elektronik untuk membagun kerjasama dalam pembritaan sekaligus sebagai tempat promosi dan ini sangat efisien dan efektif dibandingkan untuk promosi puluhan orang harus ke Negara luar dan provinsi lain, dan menghabiskan miliaran rupiah,” saran Wuritimur. (olof)