Hasil Riset: Bantuan Langsung Tunai Banyak Dipakai untuk Beli Rokok

oleh -23 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan, Mukhaer Pakkanna mengungkapkan satu fakta terkait bantuan sosial (bansos) yang diberikan pemerintah. Ditemukan jika, banyak masyarakat yang justru memakai dana bantuan ini untuk membeli rokok.

“Ada beberapa riset yang kami temukan di Muhammadiyah banyak bantuan misalnya Bantuan Langsung Tunak (BLT) yang lalu itu alokasinya ketika bantuan diberikan apalagi kepada kepala rumah tangga itu banyak untuk konsumsi rokok,” kata dia dalam sebuah diskusi di Jakarta, Ahad (23/8/2020).

Dia menilai, tidak sepatutnya dana bantuan dipergunakan untuk konsumsi rokok. Mengingat, arah kebijakan dan strategi dalam RPJMN 2020-2024 dalam kebijakan cukai penyaluran bantuan sosial atau subsidi mencakup pengembangan variasi bantuan pangan.

Baca Juga  Program "Cak Imin" Berupa Sembako Terdistribusi ke Halmahera Barat

Dia menyebut, hampir sekitar 70 persen perokok itu adalah masyarakat menengah ke bawah atau masyarakat rentan miskin. Sehingga ketika diberikan dana bantuan sosial, masyarakat justru mengalokasikan dana tersebut untuk konsumsi rokok.

Link Banner

“Beberapa bantuan lain di masa pandemi ini bisa dicurigai itu alokasi untuk konsumsi rokok itu naik itu perlu kita kendalikan,” jelas dia.

Sebagai informasi saja, di masa pandemi terjadi sekarang ini Pemerintah  telah menyiapkan alokasi dana untuk perlindungan sosial sebesar Rp 203,9 triliun.

Terdiri dari PKH Rp 37,4 triliun, sembako Rp 43,6 triliun, bansos Jabodetabek Rp 6,8 triliun, bansos non-Jabodetabek Rp 32,4 triliun, kartu Prakerja Rp 20 triliun, diskon listrik Rp 6,9 triliun, logistik/pangan/sembako Rp 25 triliun, dan BLT dana desa Rp 31,8 triliun. (red/mer/liputan6)