Hattrick ke Gawang Paderborn, Selebrasi Sancho Suarakan Keadilan untuk George Floyd

oleh -33 views
Link Banner

Porostimur.com | Dortmund: Bukan hanya hattick-nya yang membuat Sancho menjadi sorotan di laga kali ini. Selebrasi tak biasa yang dilakukan usai mencetak gol pertama juga jadi salah satu yang cukup mencuri perhatian penonton.

Jadon Sancho menjadi bintang saat membawa timnya, Borussia Dortmund, menang besar atas Paderborn di pekan ke-29 Bundesliga 2019-2020. Bermain di Benteler-Arena, Minggu 31 Mei 2020, hattrick Sancho membawa Die Borussen memang telak 6-1 atas tim tuan rumah.

Usai mencetak gol, winger 25 tahun itu berlari ke pinggir lapangan sambil memperlihatkan tulisan ‘Justice for George Floyd’ yang tertera di kaos dalamnya. Namun, akibat selebrasi tersebut juga, Sancho harus menerima hukuman kartu kuning dari pengadil lapangan.

Baca Juga  Langgar Kesepakatan, Aktifitas NHM Diboikot Masyarakat Lingkar Tambang, Polisi Diduga Aniaya Sejumlah Demonstran

Selebrasi Sancho tersebut dilakukannya sebagai tribute atas kasus kematian pria Afrika-Amerika, George Floyd, yang memicu gelombang protes hingga kerusuhan di Menniapolis, Minnesota, Amerika Serikat.

Link Banner

Floyd tewas akibat ‘kuncian’ lutut seorang polisi di lehernya. Hal tersebut berawal dari Floyd yang dituduh memakai uang palsu di sebuah toko. Mendapati kejanggalan tersebut, kasir toko menelepon polisi yang kemudian langsung menyergap George Floyd di lokasi.

Floyd sendiri terlihat telah mengikuti perintah dari polisi untuk tidak melakukan perlawanan. Akan tetapi, polisi bernama Derek Chauvin terus menekan leher Floyd dengan lututnya. Floyd pun tidak bisa bernapas hingga terkulai lemas dan dinyatakan tewas saat perjalanan menuju rumah sakit.

Baca Juga  Membaik di Thailand, Yamaha kecewakan Rossi lagi

Floyd tewas akibat ‘kuncian’ lutut seorang polisi di lehernya. Hal tersebut berawal dari Floyd yang dituduh memakai uang palsu di sebuah toko. Mendapati kejanggalan tersebut, kasir toko menelepon polisi yang kemudian langsung menyergap George Floyd di lokasi.

Floyd sendiri terlihat telah mengikuti perintah dari polisi untuk tidak melakukan perlawanan. Akan tetapi, polisi bernama Derek Chauvin terus menekan leher Floyd dengan lututnya. Floyd pun tidak bisa bernapas hingga terkulai lemas dan dinyatakan tewas saat perjalanan menuju rumah sakit. (red/rtm/okezone)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *