HCW Desak Polres Halbar Tetapkan Tersangka Dana Hibah KNPI

oleh -50 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Halmahera Corruption Watch (HCW) mendesak Kepolisian Resort Halmahera Barat agar segera menerapkan tersangka kasus dana hibah KNPI Halbar.

HCW menilai proses penanganan dugaan kasus korupsi dana hibah KNPI Kabupaten Halmahera Barat sudah terlalu lama mentok di meja penyidik Polres Halbar.

“Seharusnya kasus ini sudah ada penetapan tersangka, karena sudah lama dan hampir semua saksi sudah di periksa,” ungkap Direktur HCW Rajak Idrus.

Rajak mengatakan, HCW selalu mengikuti perkembagna dugaan kasus dana hibah KNPI Halbar.

“Saya minta Polres Halmahera Barat segera teliti lebih jauh terkait penanganan kasus ini. Karena kasus ini diduga ada keterlibatan berbagai macam pihak. Bahkan informasi yang kami terima, dana hibah yang diterima oleh KNPI Halbar juga ada dugaan kuat dan berpotensi ada keterkaitan dengan dengan KNPI di atas satu tingkat, yaitu DPD I KNPI Maluku utara, ” ungkap jeck.

Baca Juga  BPBD Kota Ambon Beri Pelatihan Kelompok Siaga Bencana

Saya berharap Polres Halbar harus fokus dan konsen atas kasus ini. Di satu sisi kasus tersebut sudah pernah diaudit oleh BPK Perwakilan Maluku Utara, sehingga secepat harus ada penetapan tersangka,” imbuhnya.

Menurut anak muda yang akrab disapa Jeck, kasus tersebut ditangani penyidik Reskrim Polres Halbar sudah hampir tiga tahun, namun sampai saat ini belum ada penetapan tersangkanya. Terlepas dari kasus tersebut diaudit oleh BPK Perwakilan Maluku Utara.

“HCW mengcover Inspektorat Maluku Utara juga sudah pernah menyerahkan hasil audit terhadap dugaan penyelewengan anggaran Rp350 juta itu ke penyidik Polres Halbar,” katanya.

Rajak bilang, bagi HCW hasil audit yang diberikan oleh inspektorat sudah jadi pintu masuk untuk dilakukan penetapan tersangka, sehingga tidak ada alasan Polres Halbar menunda-nunda penetapan ini.

Baca Juga  Truk bermuatan bahan bangunan terprosok dalam selokan

Jeck menjelaskan, hasil audit Inspektorat sudah jelas secara administrasi. Kalau hasil audit itu tidak ada temuan maka ispektorat tidak akan menyerahan hasil audit ke Polisi dan hingga 3 tahun kerugian negara pun tidak dikembalikan.

“Itu artinya tidak ada itikad baik untuk melakukan pengembalian kerugian negara katnya,” ungkapnya.

Untuk diketahui bahwa proses pengusulan permintaan dan hibah oleh KNPI itu sebesar Rp500 juta dan uang itu dikelola langsung oleh KNPI Halba.

Jeck menambahkan, KNPI Halbar pun harus jujur karena uang tersebut juga diduga kuat ikut di nikmati oleh petinggi di DPD I KNPI Maluku Utara, jadi Polisi harus lebih teliti untuk membongkar semuanya.

“Untuk itu HCW menunggu sikap Polres Halbar kapan kasus tersebut di selesaikan,” tuturnya. (sarjan)