HCW Minta Kejati Malut Segera Panggil Pimpinam PT. Sari Tehnik Canggih Perkasa

oleh -106 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Halmahera Coruption Watch (HCW) Maluku Utara, dalam investigasinya, menemukan banyak kejanggalan pembangunan proyek, salah satunya adalah pekerjaan proyek pambangunan jembatan ruas Saketa-Dehepodo yang berlokasi di dataran Gane, Kabupaten Halmahera Selatan.

“Dalam pantawluan HCW, terdapat dugaan dan indikasi pelanggaran atas pembangunan jembatan tersebut. Proyek dengan menggunakan anggaran APBD tahun 2020 sebesar Rp.23 miliar ini, dikerjakan oleh kontraktor ternama yang ada di Maluku Utara dengan menggunakan PT. Sari Tehnik Canggih Perkasa sebagai pemenang tender,” ungkap Direktur HCW Rajak Idrus, Ahad (5/9/2021).

Bukan hanya itu, menurut Rajak, HCW Juga menemukan dugaan dan indikasi atas pelanggaran pembangunan akses jalan kawasan pemukiman menuju pelabuhan Ehcol. Proyek yang berlokasi di Kabupaten Halamahera Utara itu telah dikerjakan pada tahun 2017, dengan menggunakan anggran APBD sebesar Rp3,7 miliar. Proyek tersebut juga dikerjakan oleh PT. Sari Tehnik Canggih Perkasa.

Baca Juga  Menkopolhukam & Mendagri Gelar Pertemuan Dengan Forkopimda Maluku Terkait Corona dan Pilkada 2020

Di samping itu, ada juga dugaan dan indikasi masalah proyek pengadaan dan pemasangan PLTS 25 kWp di Desa Woi, Kabupaten Halmahera Selatan, senilal Rp4,8 miliar, serta proyek pemasangan PCTS 30 kWp di Desa Kakara, Kabupaten Halmahera Utara, senilai Rp5,8 miliar dengan menggunakan anggaran APBD tahun 2016 proyek yang melekat di Dinas ESDM Provinsi Maluku Utara kesemuanya dikerjakan oleh PT. Sari Tehnik Canggih Perkasa

“Semua item tersebut dikerjakan oleh PT. Sari Tehnik Canggih Perkasa, termasuk di dalamnya proyek primer D.I Wayamli, Kabupaten Halmahera Timur, tahun anggaran 2019 senilai Rp.23 miliar, jadi mereka harus bertanggung jawab,” ungkap anak muda yang akrab disapa Jeck ini.

Baca Juga  Terkait Pemotongan Dana Desa, Penyidik Polda Malut Kembali Periksa 8 Kades di Taliabu

Rajak menegaskan, atas rentetan dugaan kasus tersebut. HCW akan menyurat dan berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Provinsi Maluku Utara, sekaligus menyerahkan beberapa dokumen terkait dengan dugaan permasalahan tersebut.

“Pada prinsipnya kami akan serahkan semua dokumen ini di kejaksaan untuk ditelusuri terkait beberapa item proyek tersebut,” tukasnya.

Rajak Idrus menambahkan, dalam kajian HCW, ada lima item pekerjaan yang dikerjakan PT. Sari Tehnik Canggih Perkasa dengan anggaran yang sangat fantastis, sebab dalam lima item pekerjaan itu, HCW menemukan sejumlah kejanggalan dan sudah sejak lama kami temukan, namun belum ditindak-lanjuti, sebab masih ada penambahan dokumen pendukung.

InsyaAllah, Senin atau Selasa akan kami tindak-lanjuti ke kejaksaan agar diproses. Saya pikir beberapa dokumen ini sudah cukup untuk dijadikan pintu masuk guna membongkar masalah yang terjadi dan HCW akan mengawal hingga tuntas,” katanya. (sarjan)

No More Posts Available.

No more pages to load.