HCW Sebut Buruknya Pelayanan Air Bersih di Kota Ternate Tanggung Jawab Direktur PDAM

oleh -157 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Berdasarkan laporan dan opini yang berkembang di masyarakat, terkait buruknya pelayanan air bersih di beberapa Kelurahan di Kota Ternate, maka Halmahera Coruption Watch (HCW) Maluku Utara (Malut) membentuk tim untuk melakukan investigasi.

“Atas pengaduan masyarakat, akhirnya Lembaga Halmahera Coruption Watch Malut menurunkan tim untuk mengecek di lapangan sekaligus menindaklanjuti laporan atau info yang kami terima dari masayrakat. Tim mencoba telusuri setiap Kelurahan ternyata memang benar, tim HCW menemukan ada empat titik yang harus menjadi perhatian serius oleh Pemerintah Kota Ternate”,
Ungkap Direktur HCW, Rajak Idrus kepada Porostimur.com, pada Kamus (17/6/2021).

Dari hasil investigasi tersebut, HCW menemukan terdapat beberapa daerah yang masih bermasalah dengan penyediaan kebutuhan air bersih. Terutama warga yang ada di daerah ketinggian atau tinggal di dataran tinggi seperti Kelurahan Tongole, Tanah Tinggi, Kelurahan Moya bahkan di Maliaro. Dirinya berujar, masyarakat terus mengeluh karena kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih dengan baik.

Baca Juga  Tidak Cuma Instal Ulang, Zidane Bahkan Sukses Pasang Antivirus Buat Madrid

“Penanganan air bersih merupakan salah satu sumber kehidupan masyarakat. Kalau ini tidak diatur dengan baik, maka akan fatal di kemudian hari. Oleh karena itu, yang harus bertanggungjawab atas semua ini adalah Direktur PDAM Kota Ternate”, ujarnya.

Idrus menyarankan, agar Pemkot Ternate memilih Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang mempunyai keahlian di bidang itu atau punya basic dan tupoksi dalam menjalankan fungsi kontrol maupun fungsi pengawasan atas menejemen PDAM, sebab air bersih juga bagian dari program 100 hari Walikota dan Wakil Walikota Ternate.

“HCW minta agar Walikota Ternate harus mengambil sikap tegas atas masalah yang terjadi saat Ini dan mengevaluasi jabatan Direktur PDAM Kota Ternate, karena dalam kacamata HCW terkait pengangkatan Direktur PDAM kemarin, itu karna faktor suka atau tidak suka bukan melalui tahapan proses panjang, sehingga tidak bisa heran ketika menejemennya salah sasaran”, tukasnya.

Baca Juga  Arsenal Kokoh di Puncak Klasemen Grup B Liga Europa

Menurutnya, sejauh ini HCW menilai bahwa Plt. Direktur PDAM hanya fokus pada penyegaran sistem internal, sehingga mengabaikan tugas utama sebagai Direktur dan tidak meninjau beberapa daerah yang menjadi rawan penyediaan air bersih.

“Untuk itu, Walikota dan Wakil Walikota Ternate harus lebih mengedepankan soal kesejahteraan masyarakat. Salah satunya tentang air bersih dan segera mengevaluasi plt Direktur PDAM karena banyak hal yang belum diselesaikan dan dianggap gagal”, tutupnya. (alena)