Hendak Pulang Ke Sanana, 4 Mahasiswa Dari Makassar Tertahan di Ambon

oleh -2.099 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Jumlah pasien positif covid-19 di Sulawesi Selatan bertambah 27 orang, peningkatan drastis yang mengakibatkan sebagian besar aktivitas publik diliburkan tak terkecuali kampus-kampus di Makassar.

Hal tersebut menjadi pertimbangan beberapa mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Kepulauan Sula yang melanjutkan studinya di Makassar untuk memutuskan pulang ke kampung halaman untuk menghindari diri agar tidak terjangkit dan juga membayar kekhawatiran keluarga atas kondisi lingkungan yang makin hari makin parah.

Keputusan untuk menghindari penyebaran covid-19 di kota yang cukup padat ternyata menambah masalah baru bagi Mahasiswa Sula sebab akses transportasi khususnya transportasi laut Ambon-Sanana telah ditutup.

Informasi penutupan akses transporatasi tersebut didapatkan pada saat mereka tiba di kota Ambon dan juga setelah dilakukannya pembelian tiket penerbangan Makassar-Ambon : 4 orang yang terjebak di kota ambon dan 1 orng mengalami pembatalan tiket, sebaguan besar menurunkan niat untuk bakik ke kmpung halaman (hampir sebagian besar Mahasiswa Sula yang melanjutkan studinya di Makassar memilih jalur keberangkatan Makassar-Ambon-Sanana agar mengurangi beban biaya ekonomi di bandingkan Makassar-Ternate-Sanana.

Imron Ambo, salah satu mahasiswa kepada porostimur.com, Jumat (27/3/2020) mengatakan, penutupan transportasi khususnya transportasi laut di Kabupaten Kepulauan Sula merupakan upaya preventif yang baik untuk memutus rantai penyebaran covid 19.

Baca Juga  Baru Menjabat, Kapolres MBD Kunjungi Tokoh Agama

Akan tetapi penutupan akses transportasi laut tujuan Ambon – Sanana mengakibatkan beberpa Mahasiswa yang telah berangkat ke Ambon terjebak untuk melanjutkan keberangkatan ke Sanana bahkan ada juga yang mengalami bembatalan tiket penerbangan cuma-cuma dari Makassar ke Ambon dengan tujuan melanjutkan perjalanan ke Sanana menggunakan transportasi laut.

“Tentu saja hal ini merupakan masalah ekonomi dan juga masalah sikologi bagi Mahasiswa Sula yang terjebak di Ambon maupun yang telah membatalkan tiket penerbangan Makassar-Ambon yang harus dihadapi oleh mereka bersama keluarganya yang telah menunggu mereka tiba di tanah kelahiran mereka”, ujarnya.

Imron bilang, penutupan akses transportasi atau upaya local lockdown yang dalam bahasa hukumnya adalah karantina wilayah seharusnya mengacu pada UU No.6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan Bab X Informasi Kekarantinaan, maka sudah seharusnya Pemerintah Daerah memberikan informasi sebelum dilakukannya penutupan akses transportasi sebab informasi telah menjadi kebutuhan pokok bagi setiap orang bahkan hak untuk memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia juga merupakan perihal terpenting bagi negara demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat sebagaimana yang telah dijamin dalam UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Baca Juga  Ini Yang Di Lakukan Kapolres Halsel saat Bersepeda Bersama Komunitas Gowes Saruma Jelang Pilkada 2020.

Selain itu, jika penutupan akses transportasi merupakan wujud dari kebijakan local lockdown/karantina wilayah, Pemerintah Pusat yang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah bertanggungjawab untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakatnya di wilayah tersebut sebagaimana perintah dari UU No.6 Tahun 2018.

“Maka jelas bahwa kebijakan yang dilakukan Pemerintah khususnya pemerintah daerah telah mengabaikan peraturan perundang-undangan sebagai dasar pembuatan kebijakan. Dengan demikian maka seharusnya pemerintah mengambil tidakan terkait dengan mahasiswa Sula yang terjebak di Ambon sebagai tugas dan tanggungjawab pemerintah daerah dalam mengurus masyarakatnya”, tukas Ambo.

Imron meneruskan, langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah tanpa mengacu pada peraturan perundang-undangan jelas akan mengabaikan kepentingan yang seharusnya dijaga oleh pemerintah, bahkan sampai sejauh ini pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Sula belum memberikan informasi mengenai perkembangan penyediaan peralatan medis dan tindakan pemerintah dalam mencegah penyebaran covid-19 di Sula serta dampak apa saja yang akan terjadi oleh pendemi ini.

Baca Juga  Perempuan Muslim di Gaza Tebarkan Keceriaan Natal

“Perlu ditekankan bahwa informasi terkait covid-19 merupakan perihal yang penting bagi masyarakat sebab kepanikan dan kecerobohan akan terjadi bagi sebagian masyarakat jika sebagian masyarakat belum terliterasikan dengan baik terkait covid-19”, pungkasnya. (ebot)