Tabel Perkembangan PAD Halmahera Selatan dan Maluku Utara Tahun 2020-2025
| Tahun | PAD Halmahera Selatan (Rupiah) | PAD Maluku Utara (Rupiah) |
|---|---|---|
| 75,40 miliar | 447,29 miliar | 85,43 miliar |
| 552,35 miliar | 71,23 miliar | 779,23 miliar |
| 180,92 milar | 758,17 miar | 231,66 miliar |
| 1.082,09 miliar | 244,07 miliar | 1.017,51 miar |
Serapan Tenaga Kerja Meningkat
Selain dampak fiskal, hilirisasi juga mendorong peningkatan tenaga kerja formal. Persentasenya terus naik dari 34,37% pada 2022 menjadi 35,49% pada 2025.
Salah satu pelaku industri, Harita Nickel, mencatat sekitar 42,8% tenaga kerjanya berasal dari lokal Maluku Utara pada 2024.
Perusahaan juga menjalankan program peningkatan kapasitas SDM seperti Mechanic Talent Pool Program (MTPP) untuk mendukung tenaga kerja lokal agar lebih kompetitif.
Program Sosial dan Infrastruktur
Kontribusi industri juga terlihat melalui program sosial seperti Soligi Zero Stunting di Pulau Obi sejak 2022, yang menggabungkan edukasi, intervensi gizi, dan penguatan layanan kesehatan.
“Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. Kami percaya, kesehatan anak adalah fondasi masa depan,” ujar Broto Suwarso dari Harita Nickel.
Di sisi lain, Kepala DPMPTSP Halmahera Selatan, Nasyir J. Koda, mengapresiasi kepatuhan investasi perusahaan yang dinilai berdampak langsung pada peningkatan PAD.
“Dari target Rp 8 miliar, hingga triwulan II 2026 sudah mencapai Rp 20 miliar. Ini bukti kontribusi nyata bagi daerah,” ungkapnya.
Dorong Ekonomi dan Kurangi Kemiskinan
Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan perusahaan juga dinilai efektif dalam mendorong ekonomi lokal dan menekan angka kemiskinan, khususnya di wilayah 3T.









