Hilirisasi Nikel Dorong Lonjakan PAD Maluku Utara dan Halmahera Selatan

oleh -53 views
Data dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan menunjukkan tren peningkatan PAD yang cukup tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Porostimur.com, Sofifi — Kebijakan hilirisasi nikel terbukti menjadi motor penggerak baru bagi pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah di Maluku Utara. Dampaknya terlihat nyata melalui lonjakan signifikan Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, khususnya Kabupaten Halmahera Selatan.

Lonjakan PAD Signifikan

Data dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan menunjukkan tren peningkatan PAD yang cukup tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk Halmahera Selatan, PAD yang pada 2020 sebesar Rp 75,40 miliar, melonjak drastis menjadi Rp 244,07 miliar pada 2025. Kenaikan ini menunjukkan pertumbuhan lebih dari tiga kali lipat dalam kurun lima tahun, dengan lonjakan terbesar terjadi pada 2023 saat PAD mencapai Rp 180,92 miliar.

Baca Juga  Bedah Buku di UMMU, Wali Kota Ternate Tegaskan Rempah sebagai Identitas dan Kekuatan Peradaban

Sementara itu, di tingkat provinsi, PAD Maluku Utara meningkat dari Rp 447,29 miliar pada 2020 menjadi Rp 1.017,51 miliar pada 2025. Meski sempat fluktuatif, total kenaikan mencapai Rp 570,22 miliar atau lebih dari dua kali lipat.

Efek Langsung Hilirisasi

Peningkatan ini tidak lepas dari aktivitas industri pengolahan nikel yang kini berlangsung langsung di daerah penghasil. Pola lama yang mengekspor bahan mentah mulai bergeser ke industri bernilai tambah.

Kondisi tersebut membuka ruang fiskal lebih luas bagi pemerintah daerah untuk membiayai pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

No More Posts Available.

No more pages to load.