Hina Profesi Dokter dan Perawat, IDI & PPNI Malut Laporkan Akun Hafid Hasanudin ke Polda Malut

oleh -1.015 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Postingan akun Facebook bernama Hafid Hasanudin yang diduga menghina profesi dokter dan perawat mengundang reaksi keras dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Maluku Utara.

Pengurus IDI Malut mengambil langkah hukum dengan melaporkan akun facebook (FB) tersebut ke Polda Malut, pada Senin (8/6/2020).

“Siang ini IDI Wilayah Malut tatap mengadukan akun ini ke Polda Malut,” kata Ketua IDI Wilayah Malut, dr Alwia Assagaf kepada wartawan.

Melansir cerminmalut.com, Alwia mengaku selama ini sudah banyak akun-akun sengaja menuding dokter memvonis pasien terkena Covid, bahkan menggap dekter perawat dan bidan mendapat keuntungan dengan adanya Covid-19.

“Salama ini sudah bayak akun-akun begini yang bilang dokter sengaja meng-covid-kan pasien yang sebenarnya tidak covid, bahkan diuntungkan dengan adanya covid19,” ujarnya.

Jika kata Alwia, dokter diberikan pilihan memilih pasien untuk dirawat, dokter dan perawat akan lebih memilik pasien biasa, karena pasien Covid-19 sangat berisiko besar tertular Covid-19.

“Kalau bisa memilih ya dokter lebih memilih pasien biasa, karena risiko sagat besar tertular,” katanya.

Menurutnya, sudah terbukti banyak dokter maupun perawat yang meninggal lantaran tertulis Covid-19, namun dokter dan perawat tetap menjalan tanggungjawab bekerja merawat pasien yang terduga terpapar dan sudah positif Covid-19.

Baca Juga  SKK Migas Canangkan Program Eksplorasi Migas Secara Masif

“Terbukti sampai hari ini sudah 31 dokter meninggal krn tertular/menderita Covid19. Tetapi teman-teman dokter tidak pernah mundur, terus merawat pasien terduga maupun yang positif covid, Semata-mata agar secepatnya mereka sembuh dan dapat berkumpul dengan keluarga,” tuturnya.

Ditengan darurat kesehatan akibat Covid-19, para dokter hanya berharap dan meminta masyarakat melaksanakan protokol Kesehatan sehingga bisa memutuskan rantai penyebaran Covid-19.

“Jika hal ini tidak diindahkan masyarakat, maka peningkatan pasien covid19 akan terjadi, Rumah Sakit akan mengalami overload dan para dokter pun akan mengalami kelelahan, jangan ditambah lagi dengan postiingan seperti ini,” papar Alwia.

Alwia menegaskan, jika informasi hoax dijadikan kebenaran merupakan hak pilihan pembaca, tetapi harus berhati-hati dalam menilai realita. “ Pilihan percaya hoax sebagai kebenaran ada pada pembaca, namun sedikit lebih hati hati dan analisa realita juga diperlukan, tandasnnya.

Baca Juga  Kapolresta Ambon Ungkap Asal Muasal Senjata Api yang Dijual Polisi ke KKB Papua

Ia menambahkan, Covid-19 memang saat ini banyak corversi karena Covid-19 penyakit baru bahkan mengejutkan ahli Kesehatan.

“Kalau berita covid ini di tingkat dunia banyak kontroversi memang adanya begitu, karena ini penyakit baru yang mengejutkan semua pihak termasuk ahli kesehatan, dari mana asalnya ini. Namun, virus ini nayata dan penyakit ini nyata. Tenaga kesehatan doanya sama dengan kita semua, semoga Allah SWT segera mengangkat penyakit ini lenyap dari bumi ini dan kehidupan bisa berjalan dengan normal kembali,” harapnya.

Langkah yang sama juga ditempuh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Maluku Utara

Ketua PPNI Malut, Ns. Chandra Makassar mengatakan, status yang ditulis akun tersebut telah memfitnah profesi perawat maupun dokter. Cuitan Hafid kata Chandra sangat menyakiti perawat dengan menuding menipu masyarakat saat pandemi.

Padahal kami sudah bekerja semampu kami selama ini untuk merawat pasien Covid-19, dengan resiko nyawa kami sendiri, jadi besok kami akan ke Polda Malut untuk melaporkan,” kata Chandra.

Baca Juga  Ini Temuan Kritis BPOM saat Inspeksi Uji Klinis Kombinasi Obat Covid-19 Unair

Melansir malutpost.id, Chandra bilang, netizen yang menghina profesi petugas medis di media sosial sangat menganggu aktivitas mereka dalam bertugas. Setiap orang lanjut Chandra, memiliki hak berpendapat di medsos terkait Covid-19, namun tidak dengan kata-kata menyakiti petugas medis yang bekerja melayani pasien terinfeksi corona.

”Saya tegaskan apapun pendapat pengguna medsos terkait pandemi Covid 19, untuk tidak memfitnah, mencaci, menghina, menuding dan lain sebagainya dengan menyebut profesi perawat, ”tegasnya.

Sementara Hafid Hasanudin dalam statusnya menulis ”Percuma Sekolah Dokter dan Perawat tinggi-tinggi jika tujuannya Untuk menipu Masyarakat.#KonspirasiDiBalikCovid-19”.

Cuitan Hafid langsung di dibagikan ratusan kali dan mendapat komentar menohok dari netizen yang meminta perawat melapor akun tersebut ke penegak hukum.

Bahkan tidak sedikit yang menscrenshoot status serta profil lalu dibagikan kembali. Sementara akun Hafid Hasanudin sudah tidak bisa lagi di akses dan telah dihapus oleh pemiliknya,

Hafid juga memposting permohonan maaf pada status Facebooknya (red/mp/cm)